Anak Wali Kota New York Ditangkap Dalam Unjuk Rasa George Floyd

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kepolisian New York (NYPD) berlutut di Foley Square, Manhattan, New York, Amerika Serikat, 31 Mei 2020, sebagai aksi solidaritas terhadap George Floyd yang tewas ditangan polisi.[Peter Gerber/New York Post]

    Petugas Kepolisian New York (NYPD) berlutut di Foley Square, Manhattan, New York, Amerika Serikat, 31 Mei 2020, sebagai aksi solidaritas terhadap George Floyd yang tewas ditangan polisi.[Peter Gerber/New York Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Chiara de Blasio, anak dari Wali Kota New York Bill de Blasio, sempat ditangkap oleh Kepolisian New York dalam unjuk rasa kematian George Floyd pada Sabtu pekan lalu. Dikutip dari CNN, de Blasio ditangkap karena dianggap turut serta dalam unjuk rasa illegal.

    "Chiara de Blasio ditangkap karena turut serta dalam unjuk rasa illegal dan kemudian dibebaskan," ujar salah seorang pejabat Kepolisian New York yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari CNN, Senin, 1 Juni 2020.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa yang banyak terjadi di Amerika saat ini adalah imbas dari kematian George Floyd. Floyd adalah warga kulit hitam di Minneapolis, Minnesota yang meninggal setelah kepolisian setempat menindih lehernya dengan lutut beberapa hari lalu.

    Floyd, yang lehernya tertindih, meronta-ronta meminta tolong namun polisi yang menahannya tidak menggubris. Kepolisian setempat baru panik setelah mengetahui Floyd tak lagi bernafas di bawah mereka. Mereka yang terlibat di peristiwa tersebut telah dipecat dari Kepolisian Minneapolis. Khusus Derek Chauvin, yang menindih George Floyd, telah diperkarakan secara hukum.

    Walau mereka yang terlibat telah dihukum, aksi tersebut memicu serangkaian unjuk rasa dan kerusuhan di berbagai tempat. Mereka menganggap hukuman untuk keempat personil itu kurang berat. Beberapa di antaranya di Los Angeles, Chicago, Philadelphia, Minneapolis, Oklahoma, dan New York.

    Chiara de Blasio turut serta dalam unjuk rasa di New York. Unjuk rasa itu sempat berjalan damai di mana Kepolisian New York berlutut untuk memberikan hormat dan maaf terhadap siapapun yang pernah mereka sakiti. Namun, ketika matahari terbenam, suasana di New York memanas dan Chiara ditangkap dalam momen tersebut.

    Hingga berita ini ditulis, ayah dari Chiara, Bill de Blasio, belum memberikan komentar apapun. Namun, pada Sabtu kemarin, hari di mana Chiara ditangkap, ia menyatakan dukungannya kepada pengunjuk rasa George Floyd bahwa aksi brutal polisi terhadap warga kulit hitam harus dihentikan.

    "Apa yang kita lihat sekarang adalah imbas dari ketidakadilan selama bertahun-tahun. Saya tahu bahwa saya mendapat perlakuan khusus, namun saya paham bahwa warga kulit hitam bertarung dengan rasisme setiap harinya," ujar Bill de Blasio dalam pernyataan persnya.

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.