Taiwan Izinkan Penggunaan Remdesivir untuk Obat Covid-19

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang teknisi lab secara visual memeriksa botol berisi obat potensial virus corona remdesivir di fasilitas Ilmu Gilead di La Verne, California, AS 11 Maret 2020. [Gilead Sciences Inc / Handout via REUTERS]

    Seorang teknisi lab secara visual memeriksa botol berisi obat potensial virus corona remdesivir di fasilitas Ilmu Gilead di La Verne, California, AS 11 Maret 2020. [Gilead Sciences Inc / Handout via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Taiwan pada Sabtu mengumumkan mereka telah menyetujui obat produksi Gilead Sciences, remdesivir, untuk mengobati pasien virus corona (Covid-19).

    Sejumlah pemerintahan berlomba untuk meningkatkan pasokan remdesivir, yang disetujui regulator AS bulan ini untuk penggunaan darurat obat Covid-19.
    Gilead yang berbasis di California mengatakan akan menyumbangkan 1,5 juta dosis remdesivir, cukup untuk mengobati setidaknya 140.000 pasien, untuk memerangi pandemi global.

    Menurut laporan Reuters, 30 Mei 2020, Pusat Komando Epidemi Sentral Taiwan mengatakan Badan Pengawas dan Obat-obatan Taiwan memperhitungkan "fakta bahwa kemanjuran dan keamanan remdesivir telah didukung oleh bukti awal" dan penggunaannya disetujui oleh negara lain.

    Atas dasar itu, BPOM Taiwan mengatakan syarat telah dipenuhi untuk persetujuan obat untuk digunakan pada pasien dengan infeksi virus corona akut.

    Taiwan telah berhasil mencegah penyebaran virus corona, berkat deteksi dini dan upaya pencegahan, serta sistem kesehatan masyarakat yang baik.

    Negara ini telah mencatat 442 kasus dan hanya 7 kematian. Sebagian besar orang telah pulih, dengan hanya 14 kasus yang masih aktif.

    Saat ini tidak ada obat atau vaksin yang disetujui untuk Covid-19, tetapi negara-negara Uni Eropa telah memberikan remdesivir kepada pasien.

    Jepang dan Inggris telah menyetujui obat ini untuk digunakan dan mulai memberikannya ke pasien.

    Amerika Serikat, pasar farmasi terbesar di dunia, bulan ini memberikan izin penggunaan darurat untuk remdesivir sebagai obat potensial Covid-19, tetapi belum menyetujui penggunaan obat secara luas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.