Pembukaan McDonald's Singapura Diwarnai Cekcok Pelanggan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi McDonald's, rumah makan cepat saji. Sumber: asiaone.com/AFP

    Ilustrasi McDonald's, rumah makan cepat saji. Sumber: asiaone.com/AFP

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pecinta makanan cepat saji McDonald’s di Singapura langsung mengantri saat rumah makan itu beroperasi kembali setelah tiga pekan tutup karena wabah Covid-19. Gerai McDonald’s di Singapura buka namun hanya untuk pesan – antar dan pembelian untuk dibungkus.

    Situs asiaone.com mewartakan di gerai McDonald’s di Clementi, Singapura, pada Kamis siang, 28 Mei 2020, terjadi adu mulut antara dua laki-laki saat mengantri. Pertengkaran mereka menjadi pusat perhatian orang-orang.

    Pelanggan McDonald's di Singapura bertengkar saat sedang mengantri. Sumber: Stomp/asiaone.com

    Dari rekaman yang beredar terdengar seorang pelanggan laki-laki McDonald’s marah karena antriannya diserobot. Teguran laki-laki itu dibalas sinis oleh pelanggan yang kena tegur tersebut.

    “Memangnya ini jalan bapak mu, hah?,” kata orang yang ditegur tersebut.

    Saksi mata menceritakan dua laki-laki yang antri McDonald’s itu cekcok sekitar lima menit. Keduanya saling melotot dan saling memaki. Untungnya, keduanya tidak adu jotos karena salah satu pegawai McDonald’s turun tangan memisahkan mereka.

    Laki-laki yang menyerobot antrian tersebut akhirnya memilih pergi. Sedangkan laki-laki yang memprotes itu melanjutkan mengantri makanan kesukaannya di McDonald’s.

    Juru bicara McDonald’s meyakinkan mereka mengetahui insiden yang terjadi itu dan bisa diselesaikan dalam tempo tiga menit. McDonald’s pun mengimbau para pelanggan agar mematuhi aturan jaga jarak fisik atau social distancing demi keamanan dan kesejahteraan semua orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.