Transkrip Telepon Pelapor dan Polisi Sebelum George Floyd Tewas

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman video kamera CCTV menunjukkan petugas kepolisian Minneapolis menangkap George Floyd pada hari Senin. [NBC News / YouTube]

    Rekaman video kamera CCTV menunjukkan petugas kepolisian Minneapolis menangkap George Floyd pada hari Senin. [NBC News / YouTube]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kematian warga Afrika-Amerika bernama George Floyd saat ditangkap oleh polisi kulit putih memicu unjuk rasa yang berakhir ricuh di Minneapolis dan menyebar ke seluruh Amerika.

    George Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun, meninggal setelah memohon dirinya minta di lepaskan karena tidak bisa bernapas, ketika seorang polisi kulit putih bernama Derek Chauvin menekan leher Floyd dengan lutut selama beberapa menit. Floyd dinyatakan meninggal di rumah sakit terdekat segera setelah kejadian itu, menurut pihak berwenang.

    Kejadian itu dimulai dengan panggilan polisi rutin yang melaporkan ada seseorang menggunakan uang palsu di sebuah toko di Minneapolis.

    Laporan yang direspons berakhir fatal. George Floyd tewas setelah seorang polisi kulit putih menggunakan lututnya untuk menjepitnya dalam sebuah insiden yang direkam dalam video. Floyd, yang berkulit hitam, meninggal Senin malam setelah dia ditangkap karena tuduhan pemalsuan uang.

    George Floyd and Derek Chauvin.[New York Post]

    Pada Kamis malam, kepolisian Minneapolis merilis transkrip seruan 911 yang mengarah pada penangkapan dan kematiannya, yang telah memicu kemarahan di seluruh Amerika Serikat ketika para pengunjuk rasa menuntut keadilan.

    Berikut transkrip percakapan telepon pelapor dengan polisi seperti dikutip dari CNN, 29 Mei 2020.

    Operator: 911 apa alamat daruratnya?

    Penelepon: Ini ah 3759 Chicago Ave.

    Operator: Apa yang bisa saya bantu?

    Penelepon: Um seseorang datang ke toko kami dan memberi kami uang palsu dan kami menyadarinya sebelum ia meninggalkan toko, dan kami berlari kembali ke luar, mereka duduk di mobil mereka. Kami mengatakan kepada mereka untuk memberi kami telepon mereka, meminta mereka mengembalikan barang (tidak terdengar) dan dia juga mabuk, dan kami meminta rokok kami kembali agar ia bisa pulang tetapi ia tidak ingin melakukannya, dan dia duduk di mobilnya karena dia terlalu mabuk berat dan dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

    Operator: Oke, jenis kendaraan apa yang dia miliki?

    Penelepon: Dan...um dia punya kendaraan yang ah...tunggu sebentar biarkan saya melihat apakah saya dapat melihat izin mengemudinya. Nomor SIM-nya adalah BRJ026.

    Operator: Oke, warnanya apa?

    Penelepon: Ini warna biru. Itu van biru.

    Operator: Van biru?

    Penelepon: Ya, van.

    Operator: Baiklah, van biru, dimengerti. Apakah di depan atau di 38th St.?

    Penelepon: Ah ada di St. 38th

    Operator: Di St. 38. Jadi, orang ini memberikan uang palsu, apakah dia mengambil rokok Anda, dan dia di bawah pengaruh sesuatu?

    Penelepon: Sepertinya begitu, ya. Dia bertingkah aneh.

    Operator: Seperti apa dia, ras apa?

    Penelepon: Um, dia pria yang tinggi. Dia seperti tinggi dan botak, sekitar 6 ...6 1/2 inci, dan dia berlaku aneh sehingga dia mulai pergi, mengendarai mobil.

    Operator: Oke, perempuan atau laki-laki?

    Penelepon: Um...

    Operator: Apakah perempuan atau laki-laki?

    Penelepon: (Berbicara dengan orang lain) - dia bertanya (tidak terdengar) satu detik. Halo?

    Operator: Apakah perempuan atau laki-laki yang melakukan ini?

    Penelepon: Itu laki-laki.

    Operator: Oke. Apakah dia berkulit putih, hitam, asli, Hispanik, Asia?

    Penelepon: Kira-kira seperti itu.

    Operator: Yang mana? Putih, hitam, asli, Hispanik, Asia?

    Penelepon: Tidak, dia pria kulit hitam.

    Operator: Baiklah.

    Penelepon: Bagaimana hari Anda?

    Operator: Tidak terlalu buruk.

    Penelepon: Hari yang melelahkan, ya?

    Operator: Siapa nama Anda?

    Penelepon: Nama saya (disensor)

    Operator: Baiklah, nomor telepon Anda?

    Penelepon: (Disensor)

    Operator: Baiklah, saya telah mengirim bantuan ke sana. Jika kendaraan itu atau orang itu pergi sebelum kita sampai di sana, telepon saja kita kembali, kalau tidak regu kita akan segera tiba di sana, oke?

    Penelepon: Tidak masalah.

    Operator: Terima kasih.

    Para pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kantor polisi Minneapolis usai membakar pintu masuknya dalam aksi protes atas tewasnya seorang pria berkulit hitam, George Floyd yang diinjak lehernya oleh polisi berkulit putih di Minneapolis , Minnesota, AS, 29 Mei 2020. REUTERS/Carlos Barria

    Setelah Floyd meninggal, protes skala besar terjadi di Minneapolis pada hari Kamis. Kerumunan yang jumlahnya mencapai ribuan membakar sebuah kantor polisi, yang telah dievakuasi pada hari sebelumnya. Di St. Paul yang berdekatan, para pengunjuk rasa dan polisi berhadapan dengan gas air mata. Lebih dari 170 toko rusak atau dijarah, menurut polisi. Garda Nasional Minnesota kemudian dimobilisasi ke kedua kota.

    Bukan hanya Minnesota, pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Denver, Colorado; Kota New York; Memphis, Tennessee; Phoenix, Arizona; dan Columbus, Ohio.

    Menanggapi demonstrasi, Presiden Donald Trump menulis di Twitter dengan mengatakan "ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai." Twitter menandai tweet itu sebagai pelanggaran aturan platform dan "mengagungkan kekerasan."

    Pejabat lokal dan federal belum mengumumkan tuntutan terhadap petugas yang terlibat dalam kematian George Floyd, tetapi mengatakan penyelidikan menjadi prioritas utama mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.