Penemu Sistem Iron Dome Pimpin Tes Massal Covid-19 Israel

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daniel Gold.[Shahar Azran/Ynet News]

    Daniel Gold.[Shahar Azran/Ynet News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perwira senior IDF yang menemukan dan mengawasi sistem pertahanan Iron Dome Israel kini memimpin tes massal 100.000 per hari untuk Covid-19.

    Danny Gold, otak di balik sistem pertahanan roket Israel, Iron Dome, kini berupaya memfasilitasi 100 ribu tes corona dengan alat uji cepat baru, menurut laporan Times of Israel, 28 Mei 2020.

    "Kami ingin mencapai target hasil dalam 30 detik atau satu menit, yang merupakan terobosan, dan mencapai 100.000 tes sehari yang merupakan pengubah permainan dunia," kata Brigadir Jenderal Daniel Gold, kepala Direktorat Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Israel (DRDD).

    Meski hanya sekitar 2.000 orang Israel yang saat ini terinfeksi virus corona, para pejabat kesehatan takut akan gelombang kedua, dan percaya bahwa pengujian yang meluas akan menjadi kunci untuk menjaganya tetap terkendali.

    Iron Dome merupakan sistem pertahanan udara buatan Israel yang mengadopsi sistem Patriot. Sistem ini termasuk pertahanan udara jarak menegah, dangan rentang jangkauan antara 4 km hingga 70 km. Israel berencana mengembangkan rudal Iron Dome hingga dapat mencapai jarak 250 km. Israel mengembangkan Iron Dome setelah mendapat gempuran 4.000 roket yang ditembakan dari Lebanon Selatan, pada 2006. REUTERS/Baz Ratner

    Universitas Ben Gurion mengumumkan awal bulan ini bahwa para peneliti sedang bekerja untuk memeriksa kelayakan alat tes satu menit, tetapi tidak diketahui apakah ini adalah satu dari beberapa tim yang bekerja di bawah DRDD, cabang inovasi Kementerian Pertahanan, ikut mengembangkan proses kelayakan alat.

    "Kami sedang dalam perjalanan. Kami memiliki sekitar empat kelompok yang sedang mengerjakan ini," kata Gold dalam webinar.

    Gold menggambarkan bagaimana DRDD memasuki wilayah yang belum dipetakan pada awal pandemi, mengerahkan 100 staf untuk menemukan cara membantu tenaga medis, termasuk dengan mengunjungi rumah sakit dan menggunakan kembali teknologi pertahanan untuk membantu dokter.

    Gold mengatakan bahwa dorongan untuk menciptakan alat tes virus corona juga melibatkan penyebaran keahlian pertahanan, meskipun dia tidak memberikan rincian. "Kami menggandeng startup, baik dari sektor pertahanan atau komersial, dan menyesuaikannya dengan ini," katanya.

    Gold mengatakan timnya mencoba mendeteksi virus corona menggunakan sampel radiasi, elektronik, kimia, dan bukan cara biologi yang digunakan saat ini seperti swab test pada pasien Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.