Eks Direktur Huawei Hadapi Dakwaan Penipuan Bank di Kanada

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meng Wanzhou, 47 tahun, Direktur Keuangan Huawei, tinggal di rumah mewah selama menjadi tahanan rumah di Vancouver, Kanada. Sumber: Reuters

    Meng Wanzhou, 47 tahun, Direktur Keuangan Huawei, tinggal di rumah mewah selama menjadi tahanan rumah di Vancouver, Kanada. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Direktur Keuangan Huawei Technologies, Meng Wanzhou, mengalami kekalahan di pengadilan Kanada terkait upayanya menghindari ekstradisi ke Amerika Serikat.

    Dia menghadapi dakwaan penipuan bank, yang membuatnya kehilangan harapan untuk segera mengakhiri masa tahanan rumah, yang telah berlangsung selama 18 bulan di Vancouver, Kanada.

    Otoritas hukum Amerika Serikat meminta ekstradisi Meng terkait dugaan memfasilitasi pembayaran pembangunan jaringan telekomunikasi di Iran lewat perbankan.

    Ini terkait sanksi ekonomi AS yang diterapkan kepada Iran.

    Ketua Hakim Pengadilan Superior British Columbia, Heather Holmes, memutuskan standar hukum terpenuhi soal kriminalitas ganda.

    “Pendekatan Meng akan secara serius membatasi kemampuan Kanada untuk memenuhi kewajiban internasional dalam konteks ekstradisi terkait kejahatan penipuan dan kejahatan ekonomi lainnya,” kata Holmes seperti dilansir Reuters pada Kamis, 28 Mei 2020.

    Pengacara Meng mengatakan pengadilan seharusnya menolak kasus ini karena Kanada tidak menerapkan sanksi ekonomi terhadap Iran.

    Keputusan pengadilan Kanada ini bisa semakin memperburuk hubungan Ottawa dan Beijing.

    Kedutaan Besar Cina di Kanada mengatakan,”Kanada bersekongkol dengan Amerika Serikat untuk menjatuhkan Huawei dan perusahaan teknologi canggih Cina lainnya.”

    Meng merupakan warga negara Cina dan putri dari pendiri Huawei yaitu Ren Zheng.
    Dia ditangkap pada Desember 2018 atas permintaan otoritas hukum AS saat pesawat yang ditumpanginya transit di Bandara Vancouver, Kanada.

    AS menuding Meng melakukan penipuan perbankan yaitu menggunakan jasa Bank HSBC terkait hubungan Huawei dengan perusahaan lain yang beroperasi di Iran. Ini membuat HSBC terancam terkena sanksi dan penalti karena melanggar sanksi AS terhadap Teheran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.