Pembakar Studio Anime Kyoto Animation Ditahan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berdoa di sekitar gedung studio animasi Kyoto Animation Co. pascakebakaran, di Jepang, 19 Juli 2019. Kyodo/via REUTERS

    Warga berdoa di sekitar gedung studio animasi Kyoto Animation Co. pascakebakaran, di Jepang, 19 Juli 2019. Kyodo/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Jepang akhirnya menahan tersangka kasus pembakaran studio Kyoto Animation yang terjadi tahun lalu, Shinji Aoba. Aoba ditahan setelah menjalani masa perawatan 10 bulan akibat luka bakar yang ia derita.

    "Kepolisian sesungguhnya sudah mengeluarkan surat penahanan untuk Aoba tak lama setelah kebakaran berhasil dipadamkan. Namun, Aoba menderita luka berat sehingga tidak memungkinkan untuk diinterograsi," ujar Kepolisian Kyoto dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, 27 Mei 2020.

    Diberitakan sebelumnya, kebakaran studio Kyoto Animation adalah salah satu kebakaran terparah di Jepang dalam 1 dekade terakhir. Sebanyak 36 orang meninggal akibat peristiwa tersebut yang sebagian besar di antaranya adalah karyawan Kyoto Animation.

    Aoba sendiri, berdasarkan keterangan Kepolisian Kyoto, membakar studio anime tersebut karena sengketa hak cipta. Aoba merasa Kyoto Animation telah melakukan plagiarisme terhadap novel ciptaannya.

    Menanggapi ditahannya Aoba, studio yang menggarap film animasi A Silent Voice tersebut berharap ia dihukum seberat-beratnya. Menurut mereka, luka yang ditinggalkan oleh Aoba tidak akan pernah sembuh.

    "Tidak ada hal lain yang ingin kami sampaikan (selain tersangka dihukum seberat mungkin). Teman-teman kami (yang meninggal) tidak akan pernah kembali dan luka yang disebabkannya tak akan pernah sembuh," ujar Kyoto Animation dalam keterangan tertulisnya.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.