Malaysia Berharap Ikut Menyelidiki Hambali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Malaysia berencana meminta izin ke pemerintah Amerika Serikat untuk ikut mengajukan pertanyaan kepada Hambali, tersangka pelaku peledakan serangkaian bom di berbagai negara. Deputi Menteri Dalam Negeri Zainal Abidin Zin menyatakan kepada The Star Senin (18/8), Malaysia ingin menginterogasi Hambali karena mereka percaya aktivitas militan telah mempengaruhi keamanan negerinya.

    Saya percaya FBI akan mengizinkan kami untuk menginterogasi Hambali. Tentu saja bila Kepala Kepolisian Diraja Malaysia Norian Mai dapat meyakinkan mereka bahwa aktivitas Hambali mempengaruhi keamanan negara, kata Zainal.

    Hambali sempat menikmati status tinggal menetap di Malaysia sebelum tertangkap. Tersangka otak bom Bali dan sejumlah serangan berdarah di Asia ini, tertangkap Senin lalu di Boonyarak Apartemen, Ayutthaya sekitar 80 kilometer di utara Bangkok bersama istrinya Noralwizah Lee. Noralwizah, muslim keturunan Cina Sabah yang bernama asli Lee Yin Yen langsung diserahkan kepolisian Thailand kepada Polisi Diraja Malaysia untuk diinterogasi. Hingga kini proses interogasi masih berlangsung.

    Pejabat resmi Indonesia menyatakan Hambali terlibat dalam pengeboman di tujuh kota di Indonesia. Indonesia juga meminta diberi kesempatan untuk menginterogasi Hambali atas peranannya dalam beberapa aksi teror itu untuk mencegah kemungkinan serangan lainnya di masa depan.

    Presiden AS, George W. Bush, berjanji akan memberitahu Indonesia perihal informasi hasil interograsi yang dilakukan aparat keamanan AS. Hambali sendiri, telah diminta oleh empat negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura dan Filipina. (Anastasya Andriarti/AFP)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.