Sindir Inggris, Belanda Ungkap PM Mark Rutte Patuhi Lockdown

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte. TEMPO/Subekti

    Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Belanda Mark Rutte tidak mengunjungi ibunya selama lebih dari 8 minggu hingga beberapa jam sebelum kematiannya karena mematuhi aturan lockdown.

    Mieke Rutte-Dilling meninggal pada 13 Mei 2020 di usia 96 tahun. Dia meninggal bukan karena infeksi virus corona, meski di panti tempat dia tinggal tertular virus itu.

    "Perdana Menteri memenhi semua aturan ketat virus corona dan tidak mengunjungi ibunya lebih dari 8 minggu," kata pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Belanda Senin lalu.

    Penjelasan ini muncul di tengah kontroversi di Inggris atas keputusan penasehat Perdana Menteri Boris Johnson, Dominic Cummings yang pulang ke rumah keluarganya sejauh 400 kilometer di luar kota London.

    Cummings melanggar aturan lockdown demi bertemu keluarganya.

    Pelanggaran yang dibuat Cummings membuat marah warga Inggris. Sejumlah anggota parlemen kemudian menuntut Partai Konservatif yang berkuasa untuk mencopot Cummings dari jabatannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.