Miss Thailand 2008 Jadi Asisten Jubir Satgas Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dr Panprapa Yongtrakul akan menjadi wajah publik baru dari Center for Covid-19 Situation Administration (CCSA), gugus tugas respons virus Corona Thailand, pada akhir pekan.[YouTube Thai PBS/Bangkok Post]

    Dr Panprapa Yongtrakul akan menjadi wajah publik baru dari Center for Covid-19 Situation Administration (CCSA), gugus tugas respons virus Corona Thailand, pada akhir pekan.[YouTube Thai PBS/Bangkok Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Media dan publik akan melihat lebih sering Miss Thailand 2008 dalam briefing harian satgas virus corona Thailand.

    Taweesilp Visanuyothin, juru bicara Center for Covid-19 Situation Administration (CCSA), pada hari Jumat memperkenalkan asistennya selama konferensi pers reguler.

    Dikutip dari Bangkok Post, 22 Mei 2020, Dr Panprapa Yongtrakul dipilih untuk posisi tersebut oleh Menteri Kesehatan Masyarakat Anutin Charnvirakul untuk mengurangi beban kerja juru bicara CCSA.

    Dr Panprapa adalah Miss Thailand 2008 yang menjadi penasihat untuk Anutin. 

    "Mulai sekarang, saya akan bertemu Anda setiap hari Sabtu dan Minggu untuk memperbarui situasi Covid-19," katanya.

    Taweesilp telah memberi pengarahan kepada media tujuh hari seminggu sejak ia ditunjuk sebagai juru bicara pada 26 Maret.

    Dia mengatakan kerja tim lebih utama daripada dirinya dan Dr Panprapa. Banyak orang lain bekerja di belakang layar untuk mengumpulkan informasi, hari demi hari, dengan empat pertemuan setiap hari.

    Ketika Dr Taweesilp memperkenalkan asistennya, netizen langsung berkomentar di akun Facebook CCSA. "Tolong, tidak ada pengganti. Saya ingin melihat Dr Wee memberi tahu kami setiap hari," kata seseorang.

    Juru bicara CCSA mengatakan pesan harian yang datang dari CCSA lebih penting daripada wajahnya.

    "Yang penting adalah informasi yang diambil oleh khalayak dan gunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka untuk membawa keberhasilan Thailand (dalam memerangi virus)," katanya.

    Tak lama setelah penunjukkan, Dr Panprapa langsung mengunggah foto dirinya selama briefing disertai ucapan terima kasih atas dukungannya.

    Dr Panprapa Yongtrakul [Instagram @bumpanprapa] 

    Pada Jumat CSSA mengatakan status darurat virus corona akan diperpanjang sampai akhir Juni ketika Thailand telah melonggarkan pembatasan sosialnya.

    "Alasan untuk memperpanjang status darurat untuk satu bulan lagi adalah keamanan kesehatan, memungkinkan operasi terpadu dan terus menerus oleh pejabat dalam situasi pandemi yang belum terselesaikan," kata Taweesilp Wisanuyothin, dikutip dari Reuters.

    Pemerintah telah memperpanjang larangan penerbangan penumpang internasional, yang telah berlaku sejak April, hingga akhir Juni. Sekolah tetap ditutup dan dijadwalkan dibuka kembali pada bulan Juli.

    Thailand telah mencatat infeksi harian dalam satu digit untuk sebagian besar bulan lalu dan pada hari Jumat melaporkan tidak ada infeksi baru virus corona atau kasus kematian.

    Hingga Jumat total kasus virus corona yang dikonfirmasi di Thailand adalah 3.037, di mana 56 di antaranya meninggal dan 2.910 pulih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.