Myanmar Tangkap Dokter Terkait Debat Edukasi Seks

Reporter

Editor

Budi Riza

Sejumlah biksu anak-anak, membuat pesawat kertas dan menulis saat berada di ruangan kelas di sekolah monastik Bahan Thone Htat, Yangon, Myanmar, 12 Juni 2015. Sekolah di biara merupakan salah satu tempat anak-anak Myanman mendapat pendidikan, terutama di pedesaan miskin. AP/Gemunu Amarasinghe

TEMPO.CO, Meiktila - Seorang dokter di Myanmar terkena tuduhan menghina agama setelah terlibat debat online soal pengajaran edukasi seks di sekolah.

Dokter bernama Kyaw Win Thant, 31 tahun ini, ditangkap pada Selasa setelah terjadi konflik di sebuah biara di pusat Kota Meiktila.

Saat itu, dia meminta maaf kepada biksu karena mengritik lewat unggahan di Facebook.

“Sejumlah video menunjukkan beberapa ratus orang datang ke biara untuk mengecam Kyaw Win Thant dan memintanya untuk ditangkap,” begitu dilansir Reuters pada Kamis, 21 Mei 2020.

Sejumlah sumber membenarkan penangkapan dokter ini dan tuduhan penistaan agama.

Kyaw menghadapi ancaman hukuman penjara selama dua tahun jika terbukti bersalah.

Unggahan di laman Facebook miliknya telah dihapus. Ini membuat Reuters tidak bisa mengecek soa penggunaan kata dalam unggahan itu yang dinilai menghina agama.

Isu edukasi seks di sekolah merupakan topik yang tabu bagi negara dengan mayoritas penduduk Budha ini.

Biksu masih dianggap sebagai panduan moral penting bagi masyarakat.

Isu edukasi seks mendapat dukungan luas dari kelompok advokasi perempuan dan aktivis.

Namun, isu ini justru ditentang oleh kelompok nasionalis, konservatif dan banyak orang tua.

Menurut U Warama, juru bicara dari State Sangkha Maha Nayaka, sebuah badan tinggi bagi biksu Budha, mereka tidak punya opini soal ini.

“Kami tidak pernah mengatakan setuju atau tidak setuju soal kurikulum baru ini. Ini bukan urusan biksu,” kata U Warama.

Menurut seorang bekas politikus dan pendukung kelompok nasionalis, Win Tun, bisa terjadi kerusuhan di Myanmar jika dokter ini tidak dihukum. Dia menilai edukasi seks di Myanmar sebagai hal yang tidak bisa diterima.






Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

3 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

3 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

3 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

4 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

8 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

10 hari lalu

Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

Pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September nanti akan dihadiri 2.200 orang. Berikut daftar undangan, tapi siapa yang tak diundang?


Pasien Positif Cacar Monyet Sudah Sehat dan Beraktivitas Kembali

10 hari lalu

Pasien Positif Cacar Monyet Sudah Sehat dan Beraktivitas Kembali

Dia adalah satu-satunya pasien terkonfirmasi positif cacar monyet di Tanah Air hingga trennya di dunia yang kini menurun.


Universitas Daring Khusus Dokter dari Alodokter, Bisa Dapat SKP

13 hari lalu

Universitas Daring Khusus Dokter dari Alodokter, Bisa Dapat SKP

Fitur terbaru dari Alomedika bernama Alomedika eCourse yakni universitas daring khusus dokter pertama di Indonesia.


PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

13 hari lalu

PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

Facebook telah menyerahkan jutaan item yang dapat mendukung tuduhan kejahatan perang dan genosida yang terjadi di Myanmar pada tahun 2017 terhadap Rohingya


Lima Bahaya Self Diagnosis

17 hari lalu

Lima Bahaya Self Diagnosis

Survei Pew Research Center's Internet & American Life Project menyatakan sepertiga dari mereka yang melakukan self diagnosis tak datang ke dokter.