Swedia Terapkan Herd Immunity Virus Corona, Bagaimana Hasilnya?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang bersantai saat menikmati musim semi saat pandemi COVID-19 di taman Ralambshov , Stockholm, Swedia, 8 Mei 2020. Henrik Montgomery /TT News Agency/via REUTERS

    Sejumlah orang bersantai saat menikmati musim semi saat pandemi COVID-19 di taman Ralambshov , Stockholm, Swedia, 8 Mei 2020. Henrik Montgomery /TT News Agency/via REUTERS

    Persentase orang dengan antibodi di Swedia tidak jauh berbeda dengan negara lain yang melakukan lockdown. Di Spanyol, 5% orang telah mengembangkan antibodi virus corona pada 14 Mei, menurut hasil awal studi epidemiologis oleh pemerintah.

    Michael Osterholm, direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di Universitas Minnesota, memperkirakan awal bulan ini bahwa antara 5% dan 15% orang di AS telah terinfeksi.

    Dia mengatakan virus corona akan beredar dan menginfeksi setidaknya 60% hingga 70% dari populasi sebelum melambat, tetapi memperingatkan bahwa negara itu memiliki "jalan panjang" untuk mencapai herd immunity. Sebuah laporan yang ditulisnya bersama dengan ahli epidemiologi dan sejarawan lainnya memperkirakan ini akan memakan waktu 18 hingga 24 bulan.

    Laporan Business Insider mengatakan hanya lima persen populasi yang kebal Covid-19 dari puluhan ribu orang yang meninggal.

    Minggu ini, penelitian di Spanyol dan Prancis menunjukkan bahwa tidak lebih dari 5% dari populasi tersebut telah mengembangkan antibodi Covid-19. Masing-masing negara itu telah melaporkan lebih dari 27.000 kematian akibat virus pada hari Kamis.

    "Bukti Spanyol menunjukkan bahwa wabah besar dan kematian yang berlebihan tidak menghasilkan herd immunity yang berarti," kata William Hanage, seorang ahli epidemiologi di Harvard, yang menyatakan di Twitter.

    Direktur Eksekutif Program Darurat WHO Mike Ryan (kiri), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (tengah), dan Pemimpin Teknis Program Darurat WHO Maria van Kerkhove (kanan), selama konferensi pers terkait virus Corona di Jenewa, Swiss, 6 Februari 2020.[REUTERS]

    Mike Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan konsep herd immunity adalah "perhitungan berbahaya".

    "Gagasan ini bahwa, 'oke, mungkin negara-negara yang memiliki langkah-langkah longgar dan belum melakukan apa pun akan tiba-tiba secara ajaib mencapai herd immunity, dan jadi bagaimana jika kita kehilangan beberapa orang tua di sepanjang prosesnya?' Ini benar-benar berbahaya, perhitungan berbahaya," kata Mike Ryan pada Senin, dikutip dari Business Insider.

    Para ahli kesehatan mengatakan herd immunity hanya bisa tercapai melalui vaksinasi. Sampai vaksin tersedia secara luas, para ahli merekomendasikan untuk memonitor virus melalui pengujian luas dan pelacakan kontak, kemudian mengisolasi orang yang terinfeksi dan siapa saja yang berhubungan dengan mereka. Pemerintah mungkin juga perlu menutup kembali bisnis dan memberlakukan kembali pembatasan jika infeksi kembali mengancam kapasitas rumah sakit.

    "Proporsi yang sangat rendah dari orang yang telah diuji memiliki bukti antibodi," kata Maria Van Kerkhove, seorang ahli epidemiologi WHO pada konferensi pers hari Senin. "Kami masih harus menempuh jalan panjang dengan virus ini, karena virus ini memiliki lebih banyak orang yang dapat terinfeksi."

    Pada 24 April, kepala ahli epidemiologi Tegnell mengatakan kepada radio BBC bahwa pihak berwenang yakin Stockholm memiliki "tingkat kekebalan....di suatu tempat antara 15 dan 20% dari populasi."

    "strategi virus corona Swedia telah bekerja dalam beberapa aspek...karena sistem kesehatan kita telah mampu mengatasinya. Selalu ada setidaknya 20% dari tempat perawatan intensif kosong dan mampu merawat pasien Covid-19," kata Tegnell.

    Ditanya apakah pendekatan Swedia akan membantunya menahan kemungkinan gelombang kedua, Tegnell mengatakan dia yakin itu akan terjadi.

    "Ini pasti akan mempengaruhi tingkat reproduksi dan memperlambat penyebaran," katanya, tetapi menambahkan bahwa itu tidak akan cukup untuk mencapai herd immunity.

    Tetapi menteri luar negeri Swedia Ann Linde dan Peter Lindgren, direktur pelaksana di Institut Swedia untuk Ekonomi Kesehatan (IHE), mengatakan bulan lalu bahwa mereka gagal mencegah tingginya angka kematian di rumah perawatan.

    Hingga Rabu Swedia memiliki 32.172 kasus dan 3.871 kematian akibat virus corona, menurut angka dari Universitas Johns Hopkins.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.