Penyintas Rohingya Diungsikan Menjelang Datangnya Topan Amphan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bencana alam (Pixabay.com)

    Ilustrasi bencana alam (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas manajemen bencana di Bangladesh telah bergerak untuk mengungsikan pengungsi Rohingya yang bertahan di Teluk Bengal. Hal itu menyusul makin dekatnya Topan Amphan yang diprediksi akan menjadi topan terbesar yang pernah dihadapi Bangladesh.

    "Mereka telah dipindahkan ke pusat kamp pengungsian," ujar Bimal Chakma, pejabat senior dari Refugee Relief dan Repatriation Center, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, 20 Mei 2020.

    Dikutip dari Reuters, para pengungsi yang jumlahnya 306 orang tersebut dipindahkan ke Cox's Bazar. Cox's Bazar sendiri adalah salah satu kamp pengungsian terbesar untuk Rohingya.

    Berdasarkan prediksi badan meterologi dan geofisika setempat, Cox's Bazar tidak akan dilewati oleh Topan Amphan. Meski begitu, mereka memprediksi Cox's Bazar akan tetap merasakan dampaknya mengingat derajat bahaya Topan Amphan telah dinaikkan dari 6 ke 9.

    Salah satu skenario terburuk yang mungkin terjadi di Cox's Bazar, menurut otoritas setempat, adalah tanah longsor. Hal itu dikarenakan Cox's Bazar berdiri di dekat kawasan perbuktian. Oleh karenanya, semua pengungsi Rohingya diminta untuk bertahan di dalam rumah.

    Jika pada akhirnya badai benar-benar akan merusak kamp pengungsian, para pengungsi diminta untuk segera bergerak ke gedung-gedung sekolah atau madrasah. Namun para relawan setempat berharap itu tidak terjadi karena berarti kamp pengungsian akan rusak parah.

    Relawan dan pekerja sosial yang membantu para pengungsi menambahkan bahwa Topan Amphan berpotensi mengganggu upaya mereka untuk mengendalikan virus Corona (COVID-19). Dalam situasi normal saja, kata mereka, sudah sulit karena tiap satu kilometer dari kamp pengungsian bisa diisi raturan hingga ribuan orang.

    "Tantangannya berat untuk mengendalikan penyebaran virus Corona di antara penyintas Rohingya yang tinggal berdekatan satu sama lain dan berbagi air maupun toilet," ujar Dipankar Datta, Direktur Amal Oxfam di Bangladesh.

    Sejauh ini, Amphan dikabarkan memiliki kecapatan angin sebesar 160 kilometer per jam. Dengan kecepatan seperti itu, Amphan diprediksi bisa menyebabkan ombak besar, hujan deras, serta banjir.

    Topan Amphan diprediksi akan masuk dari kawasan Chittagong dan Kulna, Bangladesh. Tempat tersebut berjarak 150 kilometer dari lokasi pengungsi Rohingya.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.