3 Negara di Eropa Kendurkan Lockdown

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita menggunakan masker saat berbelanja pakaian setelah relaksasi lockdown saat pandemi virus corona di Milan, Italia, 18 Mei 2020. REUTERS/Alessandro Garofalo

    Seorang wanita menggunakan masker saat berbelanja pakaian setelah relaksasi lockdown saat pandemi virus corona di Milan, Italia, 18 Mei 2020. REUTERS/Alessandro Garofalo

    TEMPO.CO, Jakarta - Negara-negara di dunia, termasuk kawasan Eropa mulai melonggarkan lockdown secara bertahap. Relaksasi lockdown dilakukan demi kelangsungan ekonomi.

    Kepala Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan negara-negara agar jangan terlalu cepat melonggarkan lockdown. Dikutip dari reuters.com, saat ini ada lebih dari 4,71 juta orang terinfeksi virus corona dan 312.826 pasien virus corona meninggal.

    Pelonggaran lockdown di beberapa negara menjadi perdebatan. Pasalnya, keputusan ini bisa mengancam timbulnya gelombang virus corona kedua, namun di sisi lain lockdown sangat memukul sektor perekonomian. Berikut 3 negara di Eropa yang memutuskan melonggarkan lockdown secara bertahap:

    Italia

    Italia telah menjadi negara tertinggi ketiga di dunia dengan angka kematian akibat virus corona setelah Amerika Serikat dan Inggris. Kendati begitu, Negara Pizza itu memutuskan melonggarkan lockdown. Masyarakat sudah bisa menikmati secangkir kopi di restoran dengan aturan social distancing yang masih diberlakukan.    

    Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte pada akhir pekan lalu mengakui pihaknya berkalkulasi dengan risiko saat memutuskan melonggarkan lockdown, namun saat yang sama berusaha menghentikan penyebaran virus corona. 

    Pengunjung mengenakan masker saat berjalan di sebuah pantai di Castiglione della Pescaia, Italia, 9 Mei 2020. Warga mulai jalan-jalan keluar rumah saat Italia mulai melonggarkan aturan lockdown di tengah wabah virus Corona. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Yunani

    Pada Sabtu, 16 Mei 2020, masyarakat Yunani mulai keluar rumah dan sudah bisa beribadah ke gereja. Di Yunani, ada 156 pasien Covid-19 yang berakhir dengan kematian.

    Pada Senin, 18 Mei, masyarakat boleh mengunjungi tempat-tempat kuno bersejarah, termasuk Acropolis di Ibu Kota Athena, dimana para petugas menyambut pengunjung dengan wajah ditutup masker dan tameng wajah. Para petugas mengingatkan masyarakat agar melakukan social distancing ketika memasuki pintu putar.

    Presiden Yunani Katerina Sakellaropoulou mengaku ikut piknik ke Acropolis, sebuah monument dunia yang menginspirasi.   

    Portugal

    Portugal sudah mengizinkan café-café buka. Anak-anak juga kembali ke sekolah untuk pertama kali setelah lebih dari sebulan belajar dari rumah karena lockdown. Para murid wajib menggunakan masker saat ke sekolah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.