Evaluasi Respon Corona, Badan Pengawas WHO Sarankan Reformasi

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Eksekutif Program Darurat WHO Mike Ryan (kiri), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (tengah), dan Pemimpin Teknis Program Darurat WHO Maria van Kerkhove (kanan), selama konferensi pers terkait virus Corona di Jenewa, Swiss, 6 Februari 2020.[REUTERS]

    Direktur Eksekutif Program Darurat WHO Mike Ryan (kiri), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (tengah), dan Pemimpin Teknis Program Darurat WHO Maria van Kerkhove (kanan), selama konferensi pers terkait virus Corona di Jenewa, Swiss, 6 Februari 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan pengawas dari WHO menganggap organisasi kesehatan dunia tersebut telah menunjukkan kepemimpinan yang baik selama masa pandemi virus Corona (COVID-19). Walau begitu, mereka mendukung adanya evaluasi terhadap kinerja WHO atau bahkan mereforma cara kerja WHO itu sendiri.

    Hal itu disampaikan badan pengawas dalam acara World Health Assembly yang digelar secara virtual dan melibatkan otoritas kesehatan dari berbagai negara. Dalam acara tersebut, 194 negara anggota WHO telah sepakat untuk mendorong evaluasi respon global terhadap pandemi virus Corona.

    "Penanganan yang tidak sempurna serta pemahaman yang terus berubah bukanlah hal yang asing di tahap awal pandemi. Masih ada banyak hal yang perlu ditangani soal COVID-19," ujar panel badan pengawas soal pentingnya evaluasi kinerja WHO, dikutip dari Reuters, Senin, 18 Mei 2020.

    Jika cara kerja WHO akan direformasi, badan pengawas mengajukan sejumlah rekomendasi yang bisa diterapkan. Salah satunya adalah tahapan status darurat yang lebih detil sebelum sebuah pandemi dinyatakan berstatus darurat internasional.

    Rekomendasi lainnya soal kapasitas, peran, dan dukungan terhadap program gawat darurat WHO. Menurut panel, anggaran US$ 300 juta untuk program gawat darurat belum mencukupi jika menginginkan sesuatu yang komprehensif.

    Terakhir, panel badan pengawas mengimbau negara anggota serta WHO untuk tidak mempolitisasi respon terhadap pandemi. Panel mengharapkan WHO dan negara-negara anggota bisa mengesampingkan perbedaan dan ego untuk bekerjasama menangani pandemi virus Corona.

    "WHO tidak akan berhasil tanpa kerjasama global dan dukungan politik yang kompak," ujar Badan Pengawas WHO.

    Sebelumnya, Amerika mengkritik WHO kurang sigap dalam menangani virus Corona dan terlalu Cina sentris. Sebab, di mata Amerika, WHO seharusnya bisa memberikan detil soal Corona lebih awal sebelum wabahnya meledak.

    Sementara itu, soal tuduhan Cina sentris, Amerika menuding WHO mencoba melindungi Cina, menutupi fakta soal wabah virus Corona. Cina sendiri, di satu sisi, mengapresiasi kinerja WHO dan mendukungnya untuk memimpin evaluasi respon global terhadap virus Corona.

    Hingga berita ini ditulis, tercatat ada 4,8 juta kasus dan 317 ribu korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19) di dunia.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.