Bom Mobil Taliban Serang Markas Intelijen Afganistan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Afghanistan memeriksa lokasi ledakan di Kabul, Afghanistan, 3 September 2019. Sebuah bom kendaraan Taliban pada Senin malam dekat dengan sebuah kompleks perumahan yang digunakan oleh organisasi internasional di ibu kota Afganistan, Kabul, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 119 lainnya. [REUTERS / Omar Sobhani]

    Polisi Afghanistan memeriksa lokasi ledakan di Kabul, Afghanistan, 3 September 2019. Sebuah bom kendaraan Taliban pada Senin malam dekat dengan sebuah kompleks perumahan yang digunakan oleh organisasi internasional di ibu kota Afganistan, Kabul, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 119 lainnya. [REUTERS / Omar Sobhani]

    TEMPO.COGhazni – Kelompok Taliban meledakkan bom mobil di dekat kantor intelijen Afganistan di Provinsi Ghazni pada Senin, 18 Mei 2020.

    Serangan bom ini menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai sekitar 40 orang lainnya.

    Bom ini menandai rangkaian tindak kekerasan terbaru yang terjadi di sejumlah lokasi di Afganistan baru-baru ini.

    Ledakan bom ini juga terjadi pasca penandatanganan perjanjian damai antara pemerintah Amerika Serikat dan Taliban pada Februari.

    “Serangan bom mobil menyasar markas pasukan Keamanan Nasional atau NDS pada sekitar pukul 4.30 pagi,” kata seorang polisi seperti dilansir Reuters pada Senin, 18 Mei 2020.

    Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan anggotanya bertanggung jawab atas serangan di Ghazni.

    Provinsi ini kerap menjadi target serangan kelompok Taliban baik terhadap pasukan Afgan atau pasukan asing.

    Serangan juga terjadi pada pekan lalu menggunakan bom truk di Provinsi Paktia.

    Serangan itu menewaskan lima orang sipil, dan melukai 40 orang lainnya termasuk enam tentara. 

    Pemerintah AS dan Taliban, seperti dilansir Aljazeera, telah mencapai kesepakatan damai. Taliban juga menuntut pembebasan anggotanya yang ditahan pemerintah Afganistan. 

    Namun, Taliban menolak bernegosiasi dengan pemerintah Afganistan, yang menurutnya tidak sah karena menggulingkan kekuasaannya pada awal 2000 saat invasi AS terjadi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.