Uni Eropa Bahas Sanksi ke Israel Jika Caplok Tepi Barat

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa jika terpilih kembali, ia akan memperluas tanah jajahan Israel atas Lembah Yordan, 10 September 2019. [Avshalom Sassoni / Jerusalem Post]

    Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa jika terpilih kembali, ia akan memperluas tanah jajahan Israel atas Lembah Yordan, 10 September 2019. [Avshalom Sassoni / Jerusalem Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa pada Jumat membahas sanksi terhadap Israel yang berencana menganeksasi Tepi Barat, Palestina.

    Dalam konferensi video, beberapa menteri luar negeri Eropa menyarankan agar Uni Eropa mulai memetakan proyek-proyek bersama dengan Israel yang dapat rusak oleh langkah-langkah sepihak yang melanggar hukum internasional.

    Menteri luar negeri Bulgaria juga mengusulkan mengundang menteri luar negeri Israel yang akan datang, Gabi Ashkenazi, ke pertemuan berikutnya.

    Dikutip dari Haaretz, 16 Mei 2020, komisi Uni Eropa sedang membahas sanksi terhadap Israel dalam serangkaian proyek pendanaan dan kerja sama pada pendidikan dan ilmu pengetahuan, termasuk Horizon 2020 dan pertukaran mahasiswa Erasmus Plus.

    Peace Now Israel menunjukkan peta seperti apa Tepi Barat yang diduduki Israel setelah pencaplokan Lembah Yordan dan Wilayah Laut Mati Utara oleh Israel.[Times of Israel]

    Uni Eropa adalah mitra dagang terbesar Israel, memberikan status perdagangan yang menguntungkan Israel, dan membantu mendanai penelitian dan pengembangan ilmiah Israel melalui program Horizon 2020 yang masif.

    Mengeluarkan Israel dari proyek-proyek ini tidak akan memerlukan konsensus di antara negara-negara anggota, sehingga negara-negara Eropa tengah dan timur yang umumnya membantu Israel dalam gerakan veto, seperti Hungaria dan Republik Ceko, tidak dapat mencegahnya.

    "Kami yakin bahwa kami perlu membawa solusi untuk masalah Palestina dan kami menegaskan kembali posisi kami dalam mendukung solusi dua negara yang dinegosiasikan. Agar memungkinkan, tindakan sepihak dari kedua pihak harus dihindari dan hukum internasional harus ditegakkan. Kita harus bekerja untuk mencegah inisiatif yang mungkin menuju aneksasi, dan ini akan membutuhkan jangkauan kita semua ke Israel dan Amerika Serikat dan Palestina, menggunakan semua saluran yang dimiliki Uni Eropa," kata Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Josep Borrell.

    Ketika ditanya tentang kemungkinan sanksi, Borrell mengatakan bahwa itu adalah masalah yang kompleks dan memang ada beberapa proposal terkait sanksi di atas meja.

    Langkah-langkah yang diusulkan termasuk mengumumkan bahwa Israel akan dicegah memasuki perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa, menerima hibah Uni Eropa atau berpartisipasi dalam bentuk kerja sama lain dengan serikat, menurut laporan Times of Israel.

    Tidak jelas apakah langkah-langkah itu akan berlaku untuk perjanjian di masa depan atau membekukan yang sudah ada.

    Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan ketua partai Biru-Putih Benny Gantz sepakat bahwa pemerintah akan meluaskan jajahan Israel ke permukiman dan Lembah Yordan setelah 1 Juli, keputusan yang diyakini akan didukung mayoritas anggota parlemen Israel, Knesset.

    Beberapa negara Eropa yang dipimpin oleh Prancis, dan termasuk Irlandia, Swedia, Belgia, Spanyol dan Luksemburg, telah menyatakan mendukung sanksi untuk mencegah pemerintah Israel mencaplok Tepi Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.