Pusat Uji Senjata Hipersonik Didirikan di Universitas Texas A&M

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan senjata AS Raytheon dan Northrop Grumman mengembangkan rudal hipersonik yang dapat melaju dengan kecepatan 7.402 km/jam dengan mesin yang dibuat oleh printer 3D.[Ilustrasi senjata hipersonik/Daily Mail]

    Perusahaan senjata AS Raytheon dan Northrop Grumman mengembangkan rudal hipersonik yang dapat melaju dengan kecepatan 7.402 km/jam dengan mesin yang dibuat oleh printer 3D.[Ilustrasi senjata hipersonik/Daily Mail]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pengawas Universitas Texas A&M di Amerika Serikat telah sepakat mengeluarkan dana kampus sebesar US$ 79 juta atau setara dengan Rp 1,1 triliun untuk mendirikan pusat pengujian senjata hipersonik terbaru Komando Angkatan Darat Amerika Serikat.

    Dewan pada Kamis kemarin memberikan suara dukungan terhadap pembiayaan sebesar itu untuk Angkatan Darat AS dan Pusat Pengembangan Tempur Komando Angkatan Darat AS yang diluncurkan tahun lalu. Peluncuran ini diselenggarakan tahun lalu saat upacara pemberian nama yang didedikasikan untuk mantan Presiden AS, George H.W. Bush.

    "Texas dan RELLIS kampus akan menjadi penghubung untuk kolaborasi dan pengujian teknokogi tinggi dalam menyediakan keamanan negara kita," kata Elaine Mendoza, ketua dewan sistem A&M, dalam pernyataan yang dilaporkan Sputnik News, 15 Mei 2020.

    RELLIS Campus di Texas A&M University merupakan kolaborasi ekosistem membangun untuk mempercepat penelitian lebih maju, pengembangan teknologi, uji dan evaluasi, pendidikan tinggi, dan pelatihan.

    Media Defense News memberi catatan bahwa sejak AFC didirikan pada Juli 2018, komandan AFC, Jenderal John M.Murray telah mencari bantuan ke teknologi lokal dan komunitas pendidikan di Austin, Texas.

    Program baru yang dibuat di kampus terjadi sesaat setelah Pentagon mengumumkan keberhasilan uji coba Common-Hypersonic Glide Body.

    Menurut Kementerian Pertahanan AS saat itu, peluncuran ini merupakan tonggak sejarah besar di saat AS melanjutkan upaya untuk mendapatkan senjata hipersonik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.