Taiwan Ogah Turuti Syarat Cina untuk Bisa Gabung WHO

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tedros Adhanom Ghebreyesus, Dirjen WHO. Sumber: Reuters / Denis Balibouse/rt.com

    Tedros Adhanom Ghebreyesus, Dirjen WHO. Sumber: Reuters / Denis Balibouse/rt.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Taiwan menegaskan bahwa mereka tidak akan memenuhi syarat apapun dari Cina untuk bisa bergabung ke Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. Adapun syarat yang diberikan oleh Cina adalah Pemerintah Taiwan harus mengaku sebagai bagian dari negeri tirai bambu tersebut.

    "Tidak akan kami menerima syarat yang mustahil seperti itu," ujar Menteri Kesehatan Taiwan, Chen Shih-chung, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Jumat, 15 Mei 2020.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, WHO akan menggelar World Health Assembly pada pekan ini. Di event tersebut, otoritas kesehatan dari berbagai negara akan dikumpulkan untuk membahas kondisi dan strategi terbaru dalam menghadapi pandemi virus Corona (COVID-19).

    Taiwan, sebagai salah satu negara yang berhasil menghadapi Corona, berharap bisa bergabung dalam event tersebut. Tidak sebagai pemerhati, namun sebagai peserta aktif. Namun, hal tersebut terhalang statusnya yang bukan anggota WHO.

    Berbagai upaya lobi telah dilakukan Taiwan dan beberapa negara pendukungnya ke WHO. Namun, Cina menahan upaya tersebut dengan menyatakan kepada WHO bahwa Taiwan bukan negara mandiri. Cina menganggap Taiwan sebagai bagian dari dirinya, dengan kata lain tak memiliki legitimasi untuk bergabung ke WHO. Cina juga menganggap segala dukungan ke Taiwan tidak tulus dan bernada politis.

    Kabar terbaru, Cina memperbolehkan Taiwan bergabung. Namun, dengan syarat mengakui dirinya sebagai bagian dari Cina. Sebelumnya, Cina mengatakan bahwa Taiwan tidak perlu ikut World Health Assembly karena hasilnya akan disupply oleh Cina. 

    Deputi Menteri Luar Negeri Taiwan, Kelly Hsieh, mengatakan bahwa Taiwan tidak perlu diwakili Cina atau bahkan mengaku menjadi bagian dari Cina. Ia berkata, Taiwan adalah negara mandiri dan sangat berhak untuk masuk ke WHO. Ia mengaku kecewa apabila WHO, yang seharusnya netral, terjebak kepentingan politik Cina.

    "Kami berharap WHO bisa mengesampingkan segala urusan politik dan mulai bersikap netral serta professional," ujar Hsieh.

    WHO, secara terpisah, mengatakan bahwa mereka tidak memiliki hak ataupun kewajiban untuk mengundang Taiwan. Hal tersebut, kata WHO, berada di tangan negara anggota.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.