4 Peristiwa Peretasan Data Pembuatan Vaksin COVID-19

Ilustrasi proses peretasan di era teknologi digital. (Shutterstock)

TEMPO.CO, Jakarta - Di saat berbagai negara sibuk melakukan penelitian untuk mendapatkan vaksin COVID-19, pelaku peretasan berusaha membobol dan mencuri data vaksin itu. Sejauh ini belum ada yang mengidentifikasi peretas ini.

Berikut 4 peristiwa peretasan yang dialami sejumlah negara terkait dengan virus corona dan penelitian untuk membuat vaksin COVID-19. 

1. Kasus peretasan terbaru terjadi di AS.
FBI dan Kementerian keamanan Dalam Negeri AS membuat pernyataan bersama Rabu kemarin yang mengatakan jaringan peretas Cina berusaha mencuri data penelitian vaksin COVID-19, pengobatan, dan pengujian terkait dengan virus itu.

Aktor peretas ini berusaha mengidentifikasi dan secara ilegal mengambil kekayaan intelektual berharga dan data kesehatan masyarakat terkait dengan vaksin, pengobatan, dan pengujian dari jaringan dan personil yang berafiliasi dengan penelitian COVID-19.

Kedutaan Cina di Washington mengecam pernyataan yang disebut sebagai kebohongan.

"FBI mengeluarkan peringatan didasarkan pada prasangka bersalah dan tanpa bukti," kata Kedutaan Cina dalam pernyataan tertulisnya.

2. Pekan lalu, Reuters melaporkan intelijen cyber Iran menarget staf di perusahaan produsen obat Gilead Sciences Inc yang membuat obat remdesivir antivirus yang menjadi satu-satunya pengobatan yang terbukti dapat membantu pasien COVID-19.

3. Pada Maret lalu, terjadi serangan para peretas untuk membobol WHO saat wabah COVID-19 terjadi di seluruh dunia. Serangan siber menggunakan nama virus corona.

Upaya pembobolan di WHO pertama kali diketahui oleh Alexander Urbelis, pakar keamanan siber dan pengacara dari Blackstone Law Group yang berbasis di New York, yang melacak aktivitas pendaftaran domain internet yang mencurigakan.

Dia menjelaskan, telah menerima aktivitas sekitar 13 Maret, ketika sekelompok peretas yang dia ikuti mengaktifkan situs jahat yang meniru sistem email internal WHO.

"Saya menyadari dengan cepat bahwa ini adalah serangan langsung terhadap Organisasi Kesehatan Dunia di tengah pandemi," katanya.

4. Perusahaan keamanan siber Amerika Serikat FireEye melaporkan bahwa pelaku peretasan yang didukung pemerintah Vietnam berusaha menyerang lembaga penanganan virus corona di Beijing, Cina. Aktivitas kelompok peretas yang dijuluki APT32 itu mencerminkan upaya yang didukung negara untuk mencari informasi COVID-19 dan cara pemberantasan.

Menurut FireEye, APT32 juga telah mencoba untuk meretas akun email pribadi dan profesional staf di Kementerian Manajemen Darurat Cina dan pemerintah Wuhan, pusat pandemi virus corona global di Cina.






Startup Chip PXW di Cina Dicurigai Kepanjangan Tangan Huawei

1 jam lalu

Startup Chip PXW di Cina Dicurigai Kepanjangan Tangan Huawei

Disebutkan, fasilitas manufaktur PXW berada di sekitar kantor pusat Huawei dan telah terpantau lewat citra satelit maupun catatan publik.


Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biofarmasi Pertama di Asia Tenggara

5 jam lalu

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biofarmasi Pertama di Asia Tenggara

Presiden Jokowi meresmikan pabrik biofarmasi pertama di Asia Tenggara milik PT Etana Biotechnology Indonesia.


Stok Vaksin Covid-19 Tipis, DKI Jakarta Minta Opsi Relokasi

15 jam lalu

Stok Vaksin Covid-19 Tipis, DKI Jakarta Minta Opsi Relokasi

Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta opsi relokasi vaksin COVID-19 dari daerah lain untuk mengantisipasi stok vaksin yang mulai menipis.


Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

1 hari lalu

Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

Kaspersky mengatakan sebagian besar pengguna yang terkena dampak berasal dari Cina.


Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

1 hari lalu

Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

Taiwan memprediksi pemaksaan dan intimidasi dari Cina akan meningkat begitu Presiden Xi Jinping mengambil masa jabatan ketiganya.


Vaksin Covid-19 Indovac Segera Diekspor, Bos Bio Farma: Sertifikat Halal Jadi Nilai Tambah

1 hari lalu

Vaksin Covid-19 Indovac Segera Diekspor, Bos Bio Farma: Sertifikat Halal Jadi Nilai Tambah

"IndoVac memenuhi kebutuhan aspek halal dan thayyib yang memperkuat jaminan kualitas dan keamanan atas vaksin," kata Dirut Bio Farma Honesti Basyir.


Vietnam Minta Netflix Hapus Serial Drakor Little Women karena Sejarah

1 hari lalu

Vietnam Minta Netflix Hapus Serial Drakor Little Women karena Sejarah

Vietnam telah meminta Netflix berhenti menayangkan serial drama Korea Selatan Little Women. Disebut melenceng dari sejarah.


Stok Vaksin Covid-19 Menipis, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang Tidak Vaksinasi di Stasiun

1 hari lalu

Stok Vaksin Covid-19 Menipis, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang Tidak Vaksinasi di Stasiun

Menurut KAI Daop 1 Jakarta, penumpang KA jarak jauh wajib sudah vaksin booster, dan tidak bisa digantikan dengan PCR atau antigen.


Terungkap, FBI Intai Ratu Soul AS Aretha Franklin Selama 40 Tahun

3 hari lalu

Terungkap, FBI Intai Ratu Soul AS Aretha Franklin Selama 40 Tahun

FBI sejak 1967 hingga 2007 ternyata mengintai Ratu Soul Aretha Franklin karena diduga terlibat perjuangan kaum kulit hitam Amerika Serikat


Bahlil Cerita Investasi Pabrik Pipa Belanda Rp 1,9 Triliun Nyaris Berlabuh ke Vietnam

3 hari lalu

Bahlil Cerita Investasi Pabrik Pipa Belanda Rp 1,9 Triliun Nyaris Berlabuh ke Vietnam

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menceritakan apa yang terjadi di balik realisasi investasi perusahaan pipa Belanda di Indonesia.