FBI Tangkap Profesor Amerika karena Penipuan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Profesor Simon Ang, dari University of Arkansas-Fayetteville. Arktimes

    Profesor Simon Ang, dari University of Arkansas-Fayetteville. Arktimes

    TEMPO.CO, Arkansas - Petugas Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat atau FBI menangkap seorang profesor di sebuah universitas di Arkansas dengan tuduhan memiliki kaitan dengan Cina, yang tidak diungkapkan.

    Profesor bernama Simon Saw-Teong Ang, 63 tahun ini, ditangkap FBI pada Jumat pekan lalu dengan tuduhan melakukan penipuan keuangan menurut dokumen pengadilan yang diperoleh CNN.

    “Ang disebut gagal mengungkapkan soal posisinya di sebuah universitas di Cina dan perusahaan Cina,” begitu dilansir CNN pada Rabu, 13 Mei 2020.

    Ang merupakan profesor bidang insinyur kelistrikan dan peneliti di University Arkansas-Fayetteville sejak 1988.

    Dia sempat mendapatkan dana untuk sebuah proyek penelitian NASA.

    “Ang membuat pernyataan keliru dan gagal melaporkan pekerjaannya di luar kampus kepada UA,” begitu dilansir CNN berdasarkan isi dokumen pengadilan.

    Ini membuat Ang sempat mendapatkan dukungan kampus untuk meraih pendanaan dari sejumlah lembaga pemerintah AS untuk mendanai riset yang dilakukannya.

    Dokumen pengadilan juga menyatakan posisi Ang yang bekerja untuk universitas milik pemerintah Cina dan sejumlah perusahaan swasta di sana membuatnya tidak layak mendapatkan dana bantuan riset dari lembaga pemerintah AS.

    Menurut juru bicara kampus, John Thomas, Simon Ang telah diberhentikan tanpa bayaran dari kegiatan akademik di kampus.

    Kasus ini bermula dari upaya seorang pegawai universitas mengenali pemilik hard drive komputer, yang berada di tempat pencarian barang hilang di perpustakaan kampus.

    Hard drive itu berisi surat menyurat antara Ang dan seorang peneliti tamu dari Xidian University di Xian, Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.