Virus Corona Muncul Lagi di Wuhan, Cina Copot Pejabat

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita membeli ikan di pasar tradisional di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 16 April 2020. Meski telah dibuka kembali sejak lockdown berakhir, namun warga Wuhan masih diwajibkan mengenakan masker sebagai langkah antisipasi virus Corona. Xinhua/Shen Bohan

    Seorang wanita membeli ikan di pasar tradisional di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 16 April 2020. Meski telah dibuka kembali sejak lockdown berakhir, namun warga Wuhan masih diwajibkan mengenakan masker sebagai langkah antisipasi virus Corona. Xinhua/Shen Bohan

    TEMPO.CO, Wuhan - Pemerintah Cina mencopot seorang pejabat Kota Wuhan, Provinsi Hubei, karena dinilai gagal mencegah kemunculan lagi virus Corona di kota itu.

    Beijing mencopot kepala area Changqing, Zhang Yuxin, pada Senin kemarin karena kemunculan enam kasus baru infeksi virus Corona.

    “Dia dianggap gagal mencegah penyebaran pandemi dan melakukan kontrol di lapangan,” begitu dilansir CNN mengutip media lokal Cina pada Rabu, 13 Mei 2020.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Otoritas Wuhan melaporkan ada enam kasus baru infeksi virus Corona atau Covid-19.

    Kasus ini, seperti dilansir Business Insider, terkait dengan seorang pria berusia 89 tahun, yang pernah menunjukkan gejala infeksi pada 17 Maret tapi kemudian dinyatakan telah sembuh meski tidak menjalani perawatan oleh dokter.

    Mereka ini berada di pemukiman Sanmin di Distrik East West Lake. Lima orang lainnya terbukti positif terinfeksi virus Corona karena berinteraksi dengan pria lanjut usia itu.

    Ini membuat otoritas berencana menggelar tes nucleic acid terhadap warga Wuhan, yang jumlahnya sekitar 11 juta orang.

    Tes ini akan digelar selama sepuluh hari ke depan dan digambarkan sebagai sebuah pertempuran.

    Wuhan merupakan kota pertama di dunia yang menjalani lockdown atau pelarangan kegiatan sosial dan ekonomi akibat wabah ini.

    Beijing menerapkan lockdown selama 76 hari dan baru dicabut pada 8 April karena tidak ada kasus infeksi baru di sana.

    Saat itu, warga dan sebagian turis berbondong-bondong pergi ke luar kota menggunakan pesawat dan kereta api.

    Selain Wuhan, Kota Shulin di Provinsi Jilin, Cina timur laut, juga menjalani pelarangan aktivitas pada Ahad kemarin.

    Pelarangan kegiatan ini dilakukan setelah 11 orang terkonfirmasi telah terinfeksi virus Corona. Pelarangan kegiatan ini dilakukan secara ketat dan disebut setara dengan kontrol masa perang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.