Polisi Tangkap 230 Demonstran Hong Kong, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi anti huru-hara menahan demonstran anti-pemerintah dalam jumlah besar selama demonstrasi Hari Tahun Baru 2020 di Hong Kong, Cina 1 Januari 2020. [REUTERS / Tyrone Siu]

    Polisi anti huru-hara menahan demonstran anti-pemerintah dalam jumlah besar selama demonstrasi Hari Tahun Baru 2020 di Hong Kong, Cina 1 Januari 2020. [REUTERS / Tyrone Siu]

    TEMPO.CO, Hong Kong – Otoritas Hong Kong mengatakan telah menahan 230 orang demonstran, yang melakukan aksi demonstrasi pada akhir pekan lalu.

    Demonstrasi, yang menuntut penerapan demokrasi, itu terjadi di sebuah pusat perbelanjaan namun kemudian menyebar ke jalan kota.

    “Ratusan polisi dikerahkan untuk mengatasi demonstrasi ini pada Ahad kemarin,” begitu dilansir Channel News Asia pada Senin, 11 Mei 2020.

    Polisi mengatakan telah menangkap demonstran berusia 12 tahun dan 65 tahun. Otoritas mengenakan tuduhan pelanggaran berupa berkumpul tanpa izin, menyerang polisi, dan gagal menunjukkan kartu identitas.

    Polisi juga menemukan salah satu demonstran, yang berusia 22 tahun, membawa bahan untuk dijadikan bom bensin atau molotov.

    Otoritas rumah sakit mengatakan ada 18 orang dirawat akibat bentrok dengan polisi.

    Siaran langsung lewat Internet menunjukkan warga berkumpul di area Mong Kok dan politik anti-huru hara mencoba mendorong demonstran agar membubarkan diri.

    Polisi juga terlihat menyemprotkan merica di tengah kondisi kacau.

    Terlihat sejumlah demonstran ditahan di atas jalan, bentrok dengan polisi dan berdarah.

    Demonstrasi besar di Hong Kong bermula dari penolakan pengesahan RUU Ekstradisi. Warga menolak karena tidak ingin diekstradisi ke Cina.

    Demonstrasi besar-besaran ini merebak menjadi gerakan unjuk rasa untuk menuntut penerapan demokrasi yang lebih besar di Hong Kong.

    Warga meyakini Cina mencoba mengebiri kebebasan dan demokrasi di Hong Kong sejak kota ini dikembalikan Inggris pada 1997.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.