Angka Kasus Virus Corona di Rusia Salip Inggris dan Italia

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja medis yang mengenakan alat pelindung diri bekerja di Unit Perawatan Intensif (ICU), Pusat ECMO Rumah Sakit Klinik Kota Nomor 52, di mana pasien yang menderita penyakit virus Corona (COVID-19) dirawat, di Moskow, Rusia 28 April , 2020. [REUTERS / Maxim Shemetov]

    Pekerja medis yang mengenakan alat pelindung diri bekerja di Unit Perawatan Intensif (ICU), Pusat ECMO Rumah Sakit Klinik Kota Nomor 52, di mana pasien yang menderita penyakit virus Corona (COVID-19) dirawat, di Moskow, Rusia 28 April , 2020. [REUTERS / Maxim Shemetov]

    TEMPO.CO, Jakarta - Melonjaknya jumlah kasus virus Corona di Rusia dalam beberapa hari terakhir membuatnya memiliki lebih banyak kasus dibandingkan Inggris dan Italia. Dikutip dari kantor berita Reuters, Rusia total memiliki 221.344 kasus virus Corona (COVID-19) per hari ini.

    "Dalam 24 jam terakhir, jumlah kasus virus Corona di Russia bertambah sebanyak 11.656 kasus," sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 11 Mei 2020.

    Dengan 221.344 kasus, Rusia berada di posisi ketiga dalam hal negara paling terdampak virus Corona. Di atasnya terdapat Spanyol dengan 264.663 kasus dan Amerika dengan 1.367.638 juta kasus.

    Sebagian besar dari kasus tersebut berasal dari Moskow, episentrum virus Corona di Rusia. Lebih dari 50 persen total kasus di Rusia disumbangkan oleh Moskow. Dalam 24 jam terakhir, jumlah kasus di Moskow bertambah 6.169 atau total menjadi 115.909.

    Meski secara jumlah kasus Rusia lebih banyak dibandingkan Italia dan Inggris, hal serupa tidak berlaku untuk angka kematian. Rusia memiliki angka kematian yang jauh lebih kecil, 2009 per hari ini. Sebagai pembanding, Italia memiliki 30.560 korban dan Inggris 31.855 atau menjadikannya yang terburuk di kawasan Eropa.

    Menanggapi tingginya angka kasus, pemerintah Rusia mengklaim hal itu sebagai efek dari tes massal yang digencarkan. Semakin banyak tes dilakukan, menurut pemerintah Rusia, maka akan semakin banyak warga yang ketahuan tertular virus Corona atau tidak.

    Presiden Rusia, Vladimir Putin, dijadwalkan menggelar rapat terkait virus Corona (COVID-19) pada hari ini. Rapat akan membahas soal kemungkinan melonggarkan lockdown atau tidak setelah melihat lonjakan kasus yang tinggi.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.