Cina Kritik Selandia Baru Karena Mendukung Taiwan Masuk ke WHO

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Eksekutif Program Darurat WHO Mike Ryan (kiri), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (tengah), dan Pemimpin Teknis Program Darurat WHO Maria van Kerkhove (kanan), selama konferensi pers terkait virus Corona di Jenewa, Swiss, 6 Februari 2020.[REUTERS]

    Direktur Eksekutif Program Darurat WHO Mike Ryan (kiri), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (tengah), dan Pemimpin Teknis Program Darurat WHO Maria van Kerkhove (kanan), selama konferensi pers terkait virus Corona di Jenewa, Swiss, 6 Februari 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina mengkritik keras keputusan Selandia Baru ikut merekomendasikan Taiwan masuk ke WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) sebagai anggota. Menurut Cina, Selandia Baru harus berhati-hati membuat pernyataan soal Taiwan ke depannya atau hubungan bilateral yang akan menjadi korbannya.

    "Kami tidak suka dengan pernyataan yang diberikan Selandia Baru (soal Taiwan) dan menentangnya dengan keras. Kami sudah memberikan peringatan kepada Selandia Baru," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 11 Mei 2020.

    Diberitakan sebelumnya, berbagai negara mulai membujuk WHO untuk ikut menyertakan Taiwan dalam keanggotannya. Sebab, di saat negara lain kesulitan, Taiwan berhasil menekan pandemi virus Corona. Sebagai bukti, per hari ini, Taiwan hanya memiliki 440 kasus dan 7 korban meninggal akibat virus bernama resmi COVID-19 itu.

    Salah satu negara yang mendukung Taiwan untuk menjadi anggota WHO adalah Amerika. Dukungan tersebut diberikan Amerika menjelang digelarnya World Health Assembly pada pekan ini. Amerika sendiri, sebagaimana diketahui, tengah berseteru dengan Cina soal asal usul virus Corona.

    Perihal kenapa Taiwan tidak ada dalam keanggota WHO, hal itu dikarenakan penolakan dari Cina. Cina merasa Taiwan adalah bagian dari mereka. Oleh karenanya, di mata Cina, Taiwan tidak memiliki legitimasi untuk dianggap negara mandiri yang berhak masuk ke WHO.

    "Kami meminta Selandia Baru untuk mematuhi prinsip 'Satu Cina' dan berhenti membuat pernyataan yang salah soal Taiwan, untuk menghindari kerusakan hubungan bilateral," ujar Lijian.

    Menanggapi reaksi keras Lijian, Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, mengatakan bahwa dibutuhkan dukungan internasional untuk bisa mengalahkan Cina. Untungnya, kata Wu, Taiwan berhasil menekan pandemi virus Corona sehingga sulit bagi WHO dan negara lain untuk mengesampingkannya

    "Atmosfir internasional saat ini cukup menguntungkan Taiwan. Tekanan sekarang ada pada sekretariat WHO dan Cina," ujar Wu soal peluang Taiwan masuk ke WHO.

    Pada tahun 2009 - 2016, Taiwan sempat mengikuti World Health Assembly yang digelar WHO. Namun, kala itu, posisinya hanya sebagai pengamat dibandingkan partisipan.

    Tahun 2017, Cina melarang Taiwan mengikuti World Health Assembly dalam kapasitas apapun. Penyebabnya, karena kemenangan Presiden Tsai Ing-wen di Pilpres Taiwan. Menurut Pemerintah Cina, Ing-wen adalah agen separatis yang ingin memisahkan Taiwan dari Cina.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.