Madagaskar Jual Minuman Obat Virus Corona Meski Tanpa Restu WHO

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Madagaskar Andry Rajoelina memperkenalkan minuman herbal organik untuk mengobati virus corona atau COVID-19. [aa.com.tr]

    Presiden Madagaskar Andry Rajoelina memperkenalkan minuman herbal organik untuk mengobati virus corona atau COVID-19. [aa.com.tr]

    TEMPO.CO, Jakarta -Madagaskar mengklaim telah memproduksi minuman herbal organik yang mampu menyembuhkan orang yang terinfeksi virus corona atau COVID-19 meski tidak mendapat pengakuan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

    Presiden Madagaskar Andry Rajoelina pekan lalu meluncurkan minuman herbal dalam konferensi pers. Dia juga meminum langsung dari botol seraya mengatakan dua orang telah sembuh setelah meminum herbal organik ini.

    Meski WHO menyatakan minuman itu belum terbukti menyembuhkan, namun negara-negara Afrika telah memesan minuman itu.

    Delegasi Tanzania pada Jumat lalu tiba di Madagaskar untuk mengambil minuman dari bahan daun teh yang diolah oleh Penelitian Terapan Institut Malagasy.

    Selain Tanzania, beberapa negara Afrika lainnya seperti Guinea Equatorial, Republik Afrika Tengah, Republik Congo, dan Demokratik Republik Congo, Liberia, dan Guinea Bissau telah menerima ribuan botol minuman itu secara gratis.

    Penasehat hukum kantor presiden Madagaskar kepada Reuters pada Rabu lalu mengatakan Madagaskar saat ini mulai menjual minuman ini. Di dalam negeri sebotol minuman dijual seharga sekitar 40 sen AS.

    "Obat ini dapat dipasarkan. Madagaskar telah menerima pesanan dari otoritas negara lain, tetapi juga juga dari individu," kata Marie Michelle Sahondrarimalala, direktur studi hukum di Presidency, dalam wawancara dengan Reuters, Rabu lalu.

    Madagaskar juga menghadapi wabah virus Corona dengan kasus sebanyak 225, 98 sembuh dan tidak ada kematian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.