Geger Peristiwa Suami Bunuh Istri di Thailand

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laki-laki di Thailand menyembunyikan jasad istri di septi-tank. Sumber: The Nation/asiaone.com

    Laki-laki di Thailand menyembunyikan jasad istri di septi-tank. Sumber: The Nation/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Thailand pada 6 Mei 2020 geger dengan peristiwa suami bunuh istri

    Seorang tukang batu di Provinsi Nakhon Phanom, Thailand, ditahan atas tuduhan membunuh istrinya dan menyembunyikan jasadnya. Kasus ini mendapat perhatian luas karena kejinya tindakan yang dilakukan pelaku.

    Situs asiaone.com mewartakan keterangan yang disampaikan pada Kamis, 7 Mei 2020 oleh Kepala Kepolisian distrik Phonsawan, Nakhon Phanom, menyebut pelaku bernama Phis Jandaprasit, 53 tahun.

    “Pelaku mengaku pada Rabu, 6 Mei lalu dia bertengkar dengan istrinya Boonlert, 49 tahun. Dia lalu memukul kepala istrinya dengan sebuah batu beberapa kali,” kata Kaweesak.

    Laki-laki di Thailand menyembunyikan jasad istri di septi-tank. Sumber: The Nation/asiaone.com

    Pelaku lalu memindahkan tubuh istrinya yang sudah meninggal dan membuangnya ke sebuah pipa limbah beton yang berlokasi sekitar 100 meter dari kediamannya.  Tak cukup, pelaku kemudian mencor pakai semen tempat pembuangan jasad istrinya.

    Supaya tidak ketahuan, dia lalu membersihkan jejak darah dia area sekitar dengan air. Putri Boonlert dan sanak-saudaranya berhasil menemukan jasad Boonlert ketika mereka mencari petunjuk saat tak bisa menemukan Boonlert.  Mereka lalu memberitahu polisi kejadian ini yang kemudian menjadikan Phis sebagai pelaku utama. Dia ditahan pada Kamis pagi.  

    Kaweesak menjelaskan tindak pembunuhan dilakukan sendiri dan motifnya adalah kecemburuan karena pelaku menemukan istrinya telah berselingkuh. Pelaku mengakui perbuatannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.