Kereta di India Tewaskan 16 Pekerja yang Di-PHK akibat Corona

Penumpang menunggu kereta api di sebuah stasiun di Mumbai, India, 26 Februari 2015. Menteri Kereta Api India, Suresh Prabhu, mengatakan 8,5 triliun rupee ($ 137.000.000.000) telah diinvestasikan untuk perbaikan transportasi kereta dengan sistem terpadu dan terbesar di dunia. (AP/Rafiq Maqbool)

TEMPO.CO, Jakarta - Kecelakaan kereta di India menewaskan 16 pekerja migran yang baru saja kehilangan pekerjaannya akibat virus Corona (COVID-19) pada Jumat kemarin. Berdasarkan keterangan Kepolisian, kecelakaan itu terjadi karena ke-16 pekerja tertidur di jalur kereta saat berjalan pulang ke kampung mereka.

"Para korban adalah pekerja pabrik besi yang sedang dalam perjalanan ke kampung mereka di Madhya Pradesh, kurang lebih 100 kilometer dari lokasi kejadian," ujar keterangan Kepolisian sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu, 9 Mei 2020.

Pihak Kepolisian melanjutkan bahwa peristiwa nahas itu berlokasi di jalur kereta Aurangabad, Maharashtra yang terletak di barat India. Masinis kereta, kata mereka, mengklaim sudah mencoba untuk berhenti saat melihat pekerja migran berada di jalur rel, namun gagal melakukannya.

Perihal bagaimana para pekerja migran tersebut bisa berakhir tidur di atas rel, pihak Kepolisian menduga korban mengira kereta tidak akan beroperasi. Sebab, sejak virus Corona melanda India, kereta penumpang memang tidak dioperasikan.

Salah satu saksi mata dan sesama pekerja migran, Virender Singh, menambahkan bahwa para korban pulang ke kampung karena sudah mendapat pesangon dari tempat mereka bekerja. Keluarga di kampung mereka, kata ia, juga sudah meminta para korban untuk segera pulang.

"Mereka berjalan kaki sejak hari Kamis kemarin dan memutuskan untuk beristirahat setelah kelelahan berjalan sejauh 40 kilometer," ujar Singh.

Di tempat kejadian perkara, barang bawaan para korban berserakan di jalur kereta. Beberapa di antaranya adalah makanan, alas kaki, pakaian, dan barang-barang pribadi yang mereka bawa pulang ke kampung halaman.

Tidak ingin peristiwa serupa terulang, negara bagian Maharashtra telah meminta operator kereta api untuk beroperasi agar bisa mengangkut pekerja migran yang terlantar.

India, saat ini, tercatat memiliki 59.765 kasus dan 1.986 korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19).

ISTMAN MP | REUTERS






Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

1 jam lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

10 jam lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

1 hari lalu

Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

Pemimpin Iran tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Senin, 3 Oktober 2022, mengutarakan kesedihan atas kematian Mahsa Amini.


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

1 hari lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

2 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

3 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Mendagri Inggris Sebut Terlalu Banyak Pekerja Migran Keterampilan Rendah

3 hari lalu

Mendagri Inggris Sebut Terlalu Banyak Pekerja Migran Keterampilan Rendah

Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman mengatakan, negara itu memiliki terlalu banyak pekerja migran berketerampilan rendah


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

4 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

5 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

5 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.