Obama Sebut Penanganan Virus Corona Oleh Trump Kacau Balau

Mantan Presiden Barack Obama berbicara selama acara Obama Foundation di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Desember 2019. Presiden Presiden Barack Obama berbicara selama acara Obama Foundation di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Desember 2019.[Lim Huey Teng / Reuters]

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Amerika, Barack Obama, mengkritik keras kinerja Presiden Donald Trump dalam menangani virus Corona (COVID-19). Menurutnya, kerja Trump dalam menangani Corona bak bencana.

"Sungguh kacau balau, melihat pola pikir masa bodoh dan egois menjadi dasar operasi di pemerintahan kita," ujar Obama kepada mantan-mantan stafnya, yang tergabung dalam Obama Alumni Association, sebagaimana dikutip dari CNN, Sabtu, 9 Mei 2020.

Obama melanjutkan, kacaunya penanganan virus Corona di Amerika adalah catatan bahwa kepemimpinan yang kuat adalah kunci dalam menghadapi krisis global. Trump, menurut dia, gagal menunjukkan kualitas itu melihat Amerika berakhir menjadi episentrum virus Corona di dunia.

Agar peristiwa serupa tidak terulang pada krisis berikutnya, Obama meminta para mantan stafnya untuk banyak belajar dari kejadian sekarang. Selain itu, ia meminta mereka untuk mendukung Joe Biden dalam Pemilu Amerika yang akan berlangsung November nanti.

"Pemilu yang akan datang nanti sangat penting karena kita tidak hanya melawan figur tertentu, tetapi juga trend kepemimpinan yang keras kepala, kasar, memecah belah, dan memandang pihak lain sebagai musuh," ujar Obama.

"Itulah kenapa, untuk pemilu nanti, saya akan menggunakan waktu yang saya punya untuk mengkampanyekan Joe Biden," ujar Obama menambahkan.

Kritik Obama terhadap Trump tersebut pertama kali terungkap dalam rekaman percakapannya di Obama Alumni Associaton. Percakapan berdurasi 30 menit tersebut dibenarkan oleh mantan-mantan staf Obama yang ikut di dalamnya. Walau begitu, jubir Obama belum menanggapi lebih lanjut soal beredarnya kritikan Obama untuk Trump.

Saat ini, Amerika tercatat memiliki 1,3 juta kasus dan 78.616 korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19).

ISTMAN MP | CNN






Top 3 Dunia: IQ Tertinggi, Ali Khamenei dan Trump Tuntut CNN Rp7 Triliun

57 menit lalu

Top 3 Dunia: IQ Tertinggi, Ali Khamenei dan Trump Tuntut CNN Rp7 Triliun

Top 3 Dunia tentang 10 negara dengan IQ tertinggi, Ali Khamenei setuju tindakan represif ke demonstran, dan Trump tuntut CNN Rp7 triliun


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

57 menit lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


Donald Trump Menggugat CNN

20 jam lalu

Donald Trump Menggugat CNN

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi melayangkan tuntutan melawan CNN dengan tuduhan pencemaran nama baik


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

22 jam lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Fakta-Fakta Unik Trumpapilar, Si Ulat Bulu yang Berbahaya Mirip Donal Trump

1 hari lalu

Fakta-Fakta Unik Trumpapilar, Si Ulat Bulu yang Berbahaya Mirip Donal Trump

Ulat trumpapilar adalah salah satu spesies ulat bulu yang berasal dri benua Amerika. Mengapa disebut mirip Donald Trump?


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

2 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

2 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

4 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

4 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

5 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.