Pelanggar Jarak Sosial di Arab Saudi Terancam Denda Rp 300 Juta

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengikuti tanda untuk social distancing saat memasuki toko pakaian di sebuah mal di Riyadh setelah kebijakan lockdown dilonggarkan, di Arab Saudi, 2 Mei 2020. REUTERS/Ahmed Yosri

    Pengunjung mengikuti tanda untuk social distancing saat memasuki toko pakaian di sebuah mal di Riyadh setelah kebijakan lockdown dilonggarkan, di Arab Saudi, 2 Mei 2020. REUTERS/Ahmed Yosri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan daftar denda dari SR 5.000 hingga SR 100.000 (Rp 20 juta hingga Rp 398 juta) mulai Kamis bagi pelanggar jarak sosial pencegahan virus corona.

    Sebuah sumber di kementerian mengatakan peraturan untuk membatasi pertemuan publik telah disetujui oleh dekrit Kerajaan Saudi.

    Aturan baru melarang pertemuan yang berisi orang-orang dari satu keluarga yang berbagi rumah yang sama, atau yang terdiri dari lima orang atau lebih yang tidak memiliki hubungan tempat tinggal.

    Dikutip dari Arab News, 8 Mei 2020, denda minimum SR 5.000 (Rp 20 juta) akan dikenakan pada setiap orang yang menghadiri atau mengorganisir pertemuan ilegal, tetapi mereka yang ditemukan melanggar aturan berisiko denda hingga SR 10.000 (Rp 40 juta) jika berkumpul dengan anggota keluarga yang tidak tinggal bersama mereka.

    Sementara denda SR 15.000 (Rp 60 juta) untuk bersosialisasi di tempat tinggal atau area publik dengan anggota non-keluarga, dan denda SR 30.000 (Rp 120 juta) untuk acara termasuk pernikahan, pemakaman, pesta dan seminar, atau di salon dan bisnis lainnya.

    Untuk pekerja yang berkumpul di rumah, bangunan yang sedang dibangun, rumah istirahat atau pertanian yang bukan tempat tinggal mereka, akan didenda SR 50.000 (Rp 200 juta).

    Pengunjung menerapkan social distancing saat mengantre di kasir di sebuah mal di Riyadh, Arab Saudi, 2 Mei 2020. Meski lockdown dilonggarkan, namun warga tetap diharuskan menggunakan masker dan berjaga jarak sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona. REUTERS/Ahmed Yosri

    Kementerian juga telah mengenakan sejumlah denda mulai dari SR 5.000 hingga SR 100.000 (Rp 20 juta-Rp 398 juta) untuk setiap pelanggan atau karyawan yang berkumpul di dalam atau di luar perusahaan komersial yang melebihi jumlah yang ditentukan.

    Pelanggar berulang akan menghadapi kenaikan denda yang meningkat, dengan fasilitas sektor swasta menghadapi penutupan tiga bulan untuk pelanggaran pertama dan penutupan enam bulan dan diajukan ke Biro Investigasi dan Penuntutan Publik untuk pelanggaran yang kedua.

    Unit-unit keamanan telah dibentuk untuk memantau dan mengimplementasikan peraturan-peraturan ini, kata sumber itu. Tetapi anggota masyarakat juga didesak untuk melaporkan pertemuan ilegal menggunakan nomor bebas pulsa 999 (atau 911 di wilayah Mekah).

    Kerajaan Arab Saudi mencatat total 1.793 kasus baru Covid-19 pada hari Kamis, yang 25 persen di antaranya adalah warga Saudi dan 75 persen ekspatriat, sehingga total kasus yang dikonfirmasi menjadi 33.731.

    Juru bicara Kementerian Kesehatan Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mengumumkan 10 kematian baru pada Kamis, meningkatkan total angka kematian virus corona di Arab Saudi menjadi 219.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.