Parlemen Singapura Loloskan RUU Pernikahan Virtual kala Covid-19

Ilustrasi pernikahan. (Pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Parlemen Singapura telah meloloskan RUU yang akan melegalkan pernikahan virtual via sambungan video pada Selasa kemarin karena ketidakpastian di tengah wabah virus corona.

Di dalam RUU Covid-19 yang membahas proses pendaftaran pernikahan di kala virus corona, upacara perkawinan sipil dan Muslim serta pendaftaran dapat dilakukan dari jarak jauh selama periode Covid-19.

Menteri Sosial dan Pembangunan Keluarga Desmond Lee mengatakan 2.723 pasangan dijadwalkan untuk mengadakan pernikahan mereka yang resmi antara 7 April dan 1 Juni, tetapi harus menunda rencana mereka karena adanya lockdown atau Circuit-Breaker.

"Sementara beberapa pasangan mungkin lebih suka menunggu sampai situasi lebih aman untuk merayakan hari besar mereka secara pribadi dengan keluarga dan teman-teman, yang lain mungkin tidak ingin menunggu lebih lama, atau mungkin menghadapi keadaan yang semakin sulit yang membuat penundaan penantian menjadi sulit. Kami ingin mendukung mereka," kata Desmond, dikutip dari Straits Times, 8 Mei 2020.

Undang-undang baru akan memungkinkan pasangan untuk menjalani upacara keagamaan online, dilakukan di hadapan saksi virtual mereka, dan dalam begitu juga wali yang sah dari pengantin perempuan dalam pernikahan Islam.

Meskipun semua pihak mungkin tidak berada di lokasi fisik yang sama, mereka semua harus secara fisik berada di Singapura.

Pasangan dapat melakukan pernikahan virtual setelah menyelesaikan verifikasi prosedur dokumen secara online dan membuat deklarasi hukum.

Proses daring semacam itu, pada awalnya akan diizinkan untuk pasangan di mana setidaknya satu pihak adalah warga negara Singapura atau penduduk tetap, dan yang dapat menunjukkan dokumen yang dikeluarkan Singapura.

Kementerian Sosial dan Pengembangan Keluarga mengatakan dokumen yang dikeluarkan warga asing memerlukan tingkat pemeriksaan dan verifikasi yang lebih kompleks.

Opsi untuk akad nikah virtual, yang kemungkinan akan dimulai pada paruh akhir bulan ini, akan berlangsung sampai situasi Covid-19 membaik, kata Lee, yang menambahkan bahwa itu mungkin tersedia bahkan di luar periode ini.

Kantor Pendaftaran Pernikahan (ROM) dan Pendaftaran Perkawinan Muslim (ROMM) akan memiliki keleluasaan untuk setiap permohonan pernikahan, kemudian memutuskan apakah tautan video dapat digunakan untuk verifikasi dan deklarasi berdasarkan undang-undang serta upacara pernikahan.

"Ini memungkinkan kantor pendaftaran untuk memastikan bahwa kasus-kasus yang membutuhkan pengawasan lebih cermat masih ditangani secara langsung, ketika aman untuk melakukannya," kata Lee, dikutip dari Channel News Asia.

Untuk pernikahan Muslim, Menteri Urusan Muslim Singapura Masagos Zulkifli mengatakan Kantor Dewan Mufti telah mengeluarkan panduan agama atau irsyad, yang menyatakan bahwa upacara pernikahan virtual tidak akan memengaruhi validitas pernikahan dari perspektif agama.

Undang-undang baru juga akan memungkinkan pasangan dalam pernikahan sipil memiliki 12 bulan untuk menikah setelah mengajukan pemberitahuan pernikahan, naik dari tiga bulan saat ini.

Ini akan memungkinkan pasangan untuk memundurkan kembali tanggal pernikahan mereka di tengah-tengah masa yang tidak menentu, dan agar calon mempelai tidak berulang kali mengajukan pemberitahuan pernikahan dan menunggu 21 hari setiap pemberitahuan berakhir sebelum mereka bisa menikah.






Mau Liburan ke Singapura? Begini Kondisi Terbaru Masuk ke Negeri Singa

7 jam lalu

Mau Liburan ke Singapura? Begini Kondisi Terbaru Masuk ke Negeri Singa

Singapura menerapkan aturan yang longgar untuk wisatawan mulai 29 Agustus 2022.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

9 jam lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

16 jam lalu

Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

Roy mengatakan Lukas Enembe sudah beberapa kali mengalami serangan stroke. Menurut dia, Lukas seharusnya sudah menjalani perawatan di Singapura.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

16 jam lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

17 jam lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

1 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

2 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Lukas Enembe Minta Berobat ke Singapura, KPK: Kami Periksa Dulu

2 hari lalu

Lukas Enembe Minta Berobat ke Singapura, KPK: Kami Periksa Dulu

KPK akan mempertimbangkan permintaan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke Singapura


Tarik Wisatawan Mancanegara, Gubernur Kepri Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

3 hari lalu

Tarik Wisatawan Mancanegara, Gubernur Kepri Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

Kunjungan wisatawan mancanegara mulai membaik di Kepulauan Riau, terutama Batam.


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

3 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022