Sopir Taksi Terharu Petugas Kebersihan Beri Uang Tip

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi taksi Exspress. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Ilustrasi taksi Exspress. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kenneth Chan, seorang sopir taksi di Singapura terharu saat mendapat uang tip S$ 10 dari seorang penumpang. Penumpang taksi tersebut adalah seorang petugas kebersihan atau cleaning service.

    Chan mengunggah pengalaman yang mengharukan itu ke Facebook pada Selasa, 5 Mei 2020. Dia menceritakan mendapat order seorang penumpang perempuan di Vivocity, yang meminta diantarkan ke rumahnya di Toa Payoh. Sepanjang perjalanan, keduanya saling berbincang. Akan tetapi, saat penumpang itu hendak membayar ongkos taksi, penumpang tersebut memberinya uang lebihan (uang tip) S$ 10 atau Rp 100 ribu.

    “Saya sudah mengatakan padanya jangan memberi saya uang tip sebanyak itu karena saya tahu saat ini saat yang susah mencari uang, namun penumpang itu berkeras karena dia pun tahu sekarang ini saat yang sulit dan memahami para sopir taksi pun menghadapi masa yang sulit,” kata Chan, yang bekerja untuk taksi Premier Taxi, seperti dikutip dari asiaone.com.

    Yang juga membuat basah hati Chan, penumpang yang bekerja sebagai cleaning service itu mengatakan lebih baik memberi dari pada menerima. Chan menyebut, penumpangnya itu tinggal di sebuah rumah susun satu kamar, namun meski hidup sangat sederhana penumpang itu punya kekayaan hati. Unggahan Chan di Facebook itu pun banjir komentar.

    Pandemik virus corona telah menyulitkan bagi mereka yang bekerja di sektor tertentu, khususnya saat Singapura menghadapi sebuah resesi. Para sopir taksi pun telah menjadi kelompok yang paling terdampak oleh wabah Covid-19. Imbauan agar masyarakat tidak keluar rumah kecuali hal yang sangat mendesak dan turunnya jumlah kunjungan WNA ke Singapura, membuat order para sopir taksi sangat berkurang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.