Dampak Covid-19, Qatar Airways Diduga Bakal Lakukan PHK

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Airbus A380 pertama milik Qatar Airways tiba di Bandara Internasional Hamad, Doha, pada 18 September 2014.  Airbus mendapat pesanan 318 pesawat A380 dari berbagai maskapai, 147 pesawat telah dikirim. FAISAL AL-TAMIMI/AFP/Getty Images

    Pesawat Airbus A380 pertama milik Qatar Airways tiba di Bandara Internasional Hamad, Doha, pada 18 September 2014. Airbus mendapat pesanan 318 pesawat A380 dari berbagai maskapai, 147 pesawat telah dikirim. FAISAL AL-TAMIMI/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai berbadan besar Qatar Airways akan merumahkan pegawainya menyusul meluasnya larangan bepergian karena pandemik virus corona. Kebijakan ini telah membuat sebagian besar perusahaan penerbangan mengkandangkan pesawatnya.

    Qatar Airways yang bermarkas di Doha tidak menyebutkan secara spesifik berapa jumlah pegawai yang bakal kena PHK. Namun sebuah email dari CEO Qatar Airways yang bocor pada Rabu, 6 Mei 2020 menyebut jumlah staf yang akan di-PHK bakal cukup besar, termasuk dari kalangan awak kabin pesawat.

    “Outlook industri penerbangan secara global tampak suram. Banyak maskapai tutup atau secara signifikan mengurangi operasional. Sekarang, kita harus menghadapi sebuah kenyataan baru,” kata Akbar Al Baker, CEO Qatar Airways, dalam sebuah memo tertanggal 3 Mei 2020, yang beredar online.

    Suasana kabin First Class Airbus SAS A380, yang dioperasikan oleh Qatar Airways. Sentuhan kemewahan sangat terlihat pada bagian First Class, mulai dari tempat duduk yang nyaman dan televisi berukuran besar tersedia di bagian First Class. Paris, Prancis, 15 Juni 2015. Jasper Juinen/Getty Images

    Al Baker berharap pihaknya bisa merekrut para staf yang bakal kena PHK ini segera setelah penerbangan dunia bangkit dari pandemik. Dalam keterangan tertulis Qatar Airways menulis dampak yang sangat besar pada industri penerbangan telah menimbulkan tantangan yang sangat besar pada hampir semua maskapai.

    “Kami harus bertindak tegas dalam melindungi masa depan bisnis kami,” tulis Qatar Airways, seperti dikutip dari aljazeera.com.     

    Qatar Airways pada bulan lalu menjelaskan beberapa staf akan menerima gaji hanya separuh, yang sisanya akan dibayarkan beberapa waktu kemudian. Qatar Airways pada Maret 2019 memiliki 46.684 pegawai.

    Maskapai Qatar Airways terbang sejak 1994 dan lebih dari 200 pesawatnya terbang dari Hamad International Airport, yakni bandara yang baru dibangun di Doha. Perusahaan penerbangan ini bersaing bisnis dengan Etihad Airways dari Abu Dhabi dan Emirat, dimana kedua maskapai ini juga sedang menghadapi situasi ekonomi yang mengerikan dampak lockdown akibat virus corona.    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.