Tiga Kapal Perang AS Masuki Laut Barents Pertama Kali Sejak 1980

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • USS Theodore Roosevelt (CVN-71) terlihat saat memasuki pelabuhan di Da Nang, Vietnam, 5 Maret 2020.  Kapal induk itu berada di Pasifik ketika Angkatan Laut melaporkan kasus virus Corona pertamanya seminggu yang lalu dan sejak itu ditarik ke pelabuhan di Guam, wilayah pulau AS di Pasifik barat. REUTERS/Kham

    USS Theodore Roosevelt (CVN-71) terlihat saat memasuki pelabuhan di Da Nang, Vietnam, 5 Maret 2020. Kapal induk itu berada di Pasifik ketika Angkatan Laut melaporkan kasus virus Corona pertamanya seminggu yang lalu dan sejak itu ditarik ke pelabuhan di Guam, wilayah pulau AS di Pasifik barat. REUTERS/Kham

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga kapal perang AS berlayar memasuki Laut Barents di perairan samudera Arktik di Rusia untuk pertama kali sejak 3 dekade lalu atau tahun 1980.

    Kapal perang AS, USS Donald Cook, USS Porter dan USS Roosevelt melakukan pelayaran perdananya ke laut Barents untuk bergabung dengan kapal perang fregat Angkatan Laut Inggris, HMS Kent.

    Angkatan Laut AS Eropa dalam pernyataannya menjelaskan, keempat kapal perang ini melakukan operasi untuk menegaskan kebebasan navigasi dan menunjukkan integrasi tanpa batas di antara sekutu.

    Menurut Angkatan Laut AS, pihaknya telah memberi tahu Moscow tentang operasi bersama 4 kapal perang AS dan Inggris di Laut Barents.

    "Untuk menghindari salah persepsi, mengurangi resiko, dan mencegah ekskalasi yang tidak disengaja."

    Laut Barents berbatasan dengan wilayah perairan Rusia dan Norwegia. Di tepi laut ini berdiri pelabuhan kapal Rusia, Murmansk yang menjadi markas Armada Wilayah Utara Angkatan Laut Rusia.

    Ketegangan antara Amerika dan Rusia di kawasan samudera Arktik sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.

    Laporan Pentagon tentang Arktik pada tahun lalu menjelaskan, Rusia secara bertahap memperkuat kehadirannya dengan membuat unit-unit Arktik baru, memperbaiki lapangan terbang dan infrastruktur lama di Arktik, dan membangun pangkalan militer baru di sepanjang garis pantai Arktik," ujar Pentagon dalam laporannya sebagaimana dikutip dari CNN, 4 Mei 2020.

    Pentagon juga menyinggung tentang ada upaya bersama untuk membangun jaringan sistem pertahanan udara dan rudal pantai, radar peringatan dini, pusat penyelamatan, dan berbagai jenis sensor.

    Sejumlah pejabat Amerika juga mengungkapkan Rusia meningkatkan kehadiran militernya di Kutub Utara dalam beberapa tahun terakhir.

    Beberapa peristiwa yang memicu ketegangan dalam beberapa pekan terakhir terjadi di sekitar laut Barents dan Samudera Arktik. Akhir April lalu, pesawat jet Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO mencegat pesawat militer Rusia di kawasan ini sebanyak dua kali.

    Selasa lalu, menurut laporan NATO, pesawat Peringatan Dini Udara Rusia serta dua pesawat pengebom jarak jauh Tu-22 Rusia dengan pengawalan mendekati wilayah udara NATO di lepas pantai Norwegia dan dicegat oleh jet tempur Norwegia.

    Hari berikutnya, pesawat tempur Norwegia F-16 dan F-35 kembali mencegat pesawat Rusia yang kali ini berupa dua pesawat patroli maritim, setelah pesawat-pesawat ini mendekati wilayah udara NATO dekat ke Norwegia.

    Angkatan Udara Kerajaan Inggris meluncurkan pesawat tempur Typhoon untuk mengawal pesawat-pesawat Rusia yang terlacak terbang dari selatan ke arah Laut Utara.

    Pada 9 Januari lalu, kapal perang Rusia mendadak mengejar dan mendekati kapal perusak Angkatan Laut AS saat beroperasi di perairan Laut Arab Utara.

    Kapal perang Rusia mengabaikan peringatan dari kapal AS, USS Farragut yang memuntahkan 5 tembakan peringatan internasional mengenai bahaya tabrakan. Jarak kedua kapal saat itu mendekati 180 kaki atau 54,8 meter hingga berisiko bertabrakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.