Cegah Virus Corona, Arab Saudi Sidak Rumah Sakit

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan jalan yang sepi selama lockdown 24 jam untuk menahan penyebaran virus Corona di Riyadh, Arab Saudi, 7 April 2020.[REUTERS/Ahmed Yosri]

    Pemandangan jalan yang sepi selama lockdown 24 jam untuk menahan penyebaran virus Corona di Riyadh, Arab Saudi, 7 April 2020.[REUTERS/Ahmed Yosri]

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 100 fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan komplek medis di Arab Saudi, ditutup dan dikenai denda karena gagal mematuhi persyaratan kesehatan yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi dalam upaya menghentikan penyebaran virus corona.

    Dikutip dari english.alarabiya.net, sebanyak 25 rumah sakit dan 55 komplek kesehatan diperintahkan tutup selama kunjungan (pemeriksaan) yang dilakukan tim kepatuhan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Tim itu melakukan kunjungan ke lebih dari 55 ribu fasilitas medis.       

    Ilustrasi rumah sakit. TEMPO/Subekti

    Beberapa fasilitas medis ada yang dikenai denda 300 ribu Real Saudi atau Rp 1,1 miliar karena dinilai telah melanggar aturan yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Hukuman denda ini dijatuhkan juga sebagai peringatan.   

    Kementerian Kesehatan Arab Saudi memperingatkan institusi kesehatan dan praktisi medis bisa dicabut izin praktiknya jika mereka terus melanggar aturan. Tidak dijelaskan rinci jenis pelanggaran seperti apa yang dilakukan

    Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah berupaya menindak mereka yang melanggar aturan dan meningkatkan sidak yang hampir setiap hari ke rumah sakit, komplek medis, farmasi dan institusi kesehatan lainnya demi memastikan mereka mematuhi aturan yang diberlakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.