Pesawat Pembawa Bantuan Virus Corona di Somalia Jatuh

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pesawat jatuh. aviationcv.com

    Ilustrasi pesawat jatuh. aviationcv.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pesawat yang membawa suplai bantuan untuk memerangi virus corona jatuh di Somalia pada Senin, 4 Mei 2020. Kementerian Transportasi Somalia menyebut musibah ini menewaskan enam orang.

    Mohamed Salad, Menteri Transportasi Somalia, tak mau berspekulasi atas penyebab jatuhnya pesawat. Salad meyakinkan pihaknya akan mengirim sebuah tim investigasi dan mempersilakan jika ada pihak luar yang hendak memberikan bantuan. Seorang mantan Menteri Pertahanan Somalia, Abdirashid Abdullahi Mohamed, mengatakan pada Reuters saksi mata mengatakan padanya burung besi itu tampaknya telah ditembak.   

    Salad menjelaskan enam orang dalam pesawat itu, yakni pilot, co-pilot, teknisi, seorang pilot yang dalam masa pelatihan dan dua petugas yang bekerja di maskapai, tewas ditempat. Lima jasad sejauh ini sudah teridentifikasi.

    Kantor berita Nasional Somalia mengatakan pesawat yang jatuh itu milik African Express Airways dan saat musibah ini terjadi burung besi tersebut sedang membawa suplai bantuan yang akan digunakan untuk memerangi virus corona.

    “Sebuah pesawat African Express Airways dari Mogadishu terbang menuju Baidoa dan melanjutkan penerbangannya ke kota Bardale, dimana dikota itu pesawat tersebut jatuh. Penyebab kecelakaan masih belum diketahui,” demikian diwartakan oleh kantor berita Nasional Somalia, seperti dikutip dari aljazeera.com.

    Mantan Menteri Abdullahi Mohamed mengatakan saksi mata mengatakan padanya pesawat naas itu awalnya mencoba melakukan pendaratan, namun urung dilakukan dan masih berputar-putar karena ada satwa liar di area pendaratan. Yang terjadi kemudian, salah satu sayap pesawat itu tampaknya ditembak saat mencoba melakukan pendaratan kedua.      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.