Nicolas Maduro Klaim Amerika Mengirim Rambo ke Venezuela Untuknya

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (kiri) dan Presiden interim Venezuela, Juan Guaido (kanan) sedang berunjuk rasa menggalang dukungan publik. Las2orillas

    Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (kiri) dan Presiden interim Venezuela, Juan Guaido (kanan) sedang berunjuk rasa menggalang dukungan publik. Las2orillas

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengklaim Amerika mencoba untuk mengkudetanya pada akhir pekan lalu. Dalam keterangannya, Maduro menyebut Amerika mengirim dua tentara bayaran yang siap menjatuhkannya dengan gaya "Rambo". Untungnya, kata ia, kedua "Rambo" tersebut berhasil ditahan.

    "Dua Ameriika telah ditahan setelah upaya kudeta yang gagal. Keduanya memiliki passport Amerika, SIM, serta kartu identitas dari Silvercorp (perusahaan keamanan di Floria)," ujar Maduro sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa, 5 Mei 2020.

    Maduro mengunggah momen penangkapan tersebut ke akun twitternya, @NicolasMaduro. Dalam video dan foto yang ia unggah, kedua pria kaukasian yang diklaim akan mengkudetanya tersebut datang ke Venezuela menggunakan kapal. Namun, sebelum mereka sempat berlabuh, militer Venezuela berhasil menghentikan mereka.

    Foto passport keduanya juga ditunjukkan di akun Twitter Maduro. Namun, karena yang diunggah Maduro adalah foto beresolusi rendah, tidak terlihat jelas nama kedua orang yang diklaim "Rambo" asal Amerika tersebut.

    CEO dan Silvercorp, Jordan Goudreau, tidak sepenuhnya membantah klaim Maduro. Dia berkata, kedua orang Amerika yang ditangkap Venezuela bernama Airan Berry dan Luke Denman. Keduanya, yang merupakan mantan anggota Baret Hijau Amerika, adalah bagian dari operasi penyusupan ke Venezuela. Nama operasi tersebut, "Operation Gideon".

    Lebih lanjut, Goudreau menyebut Berry dan Denman ditangkap bersama enam orang warga Venezuela yang membantu mereka menyusup. Namun, Goudreau mengatakan bahwa Denman dan Berry bukan seluruh dari orang yang dikirim ke Venezuela. Ia berkata, masih ada anggota Silvercorp lainnya di Venezuela, namun status mereka belum jelas.

    "Antara mereka sudah mati atau ditangkap juga," ujarnya. Goudreau tidak menjelaskan apa maksud dari pengiriman anggota Silvercorp ke Venezuela. 

    Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Amerika belum memberikan tanggapan soal penyusupan ke Venezuela. Sementara itu, oposisi Nicolas Maduro, Juan Guaido, membantah terlibat dalam operasi tersebut.

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.