Fauci Malas Tanggapi Debat Virus Corona Berasal dari Lab

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr. Anthony Fauci, menghadiri pertemuan respons virus Corona dengan Presiden AS Donald Trump dan Gubernur Lousiana John Bel Edwards di Oval Office Gedung Putih, Washington, AS, 29 April 2020.[REUTERS]

    Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr. Anthony Fauci, menghadiri pertemuan respons virus Corona dengan Presiden AS Donald Trump dan Gubernur Lousiana John Bel Edwards di Oval Office Gedung Putih, Washington, AS, 29 April 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar sekaligus penasehat senior Pemerintah Amerika perihal virus Corona, Anthony Fauci, gerah dengan perdebatan soal asal virus Corona (COVID-19). Menurutnya, perdabatan tersebut terus berputar-putar di isu virus Corona berasal dari laboratorium. Padahal, kata ia, sudah jelas virus tersebut tercipta secara alami.

    "Jika kalian memperhatikan evolusi virus pada kelelawar, bukti yang ada jelas-jelas menunjukkan bahwa virus (Corona) tidak bisa dimanipulasi secara buatan ataupun disengaja. Hal itu terlihat dari cara mutasinya," ujar Fauci sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Selasa, 5 Mei 2020.

    Selain buktinya sudah ada, kata Fauci, para ahli biologis pun sudah menguji keabsahan bukti-bukti tersebut. Dengan kata lain, kecil kemungkinan virus Corona tidak tercipta secara alami, namun dibuat oleh manusia di laboratorium.

    Pernyataan Facui kontras dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo serta Presiden Donald Trump. Keduanya masih menyakini bahwa virus Corona berasal dari laboratorium virologi Wuhan, Cina. Bahkan, Ahad kemarin, Pompeo mengklaim sudah ada bukti yang bisa memperkuat argumen virus Corona diciptakan di Cina.

    Klaim Amerika menimbulkan keributan dengan Cina. Cina balik menyerang Amerika dengan tuduhan bahwa virus Corona diciptakan oleh Amerika dan kemudian dibawa ke Wuhan. Sampai sekarang, keduanya masih saling beradu argumen soal dari mana virus Corona berasal.

    Sejauh ini, di Amerika, baru Fauci dan komunitas Intelijen saja yang berani berbeda dengan Donald Trump soal asal usul virus Corona. Komunitas intelijen Amerika sudah mencoret kemungkinan virus Corona diciptakan manusia di laboratorium virologi Wuhan. Sekarang, mereka menyelidiki dua kemungkinan terakhir: virus berasal dari hewan dan virus berasal dari kecelakaan di laboratorium.

    Fauci, ketika ditanyai apakah memungkinkan virus berasal dari sumber lain namun kemudian dibawa ke lab, menjawab hal tersebut bisa saja. Namun, hal itu, kata ia, tak ada bedanya dengan virus Corona lahir secara alami.

    "Itu kan artinya sama saja dengan virus tercipta di alam liar. Itulah kenapa sampai sekarang saya bingung dengan perdebatan soal dari mana virus Corona berasal. Saya memilih untuk tidak ikut-ikutan dalam debat yang berputar-putar saja," ujar Fauci mengakhiri.

    Sebagai catatan, per hari ini, Amerika memiliki 1,2 juta kasus dan 69 ribu korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19).

    ISTMAN MP | SOUTH CHINA MORNING POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.