Pengungsi Rohingya Jalani Karantina Virus Corona di Pulau

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan medis dari Indonesia dr Corona memeriksa kesehatan pengungsi Rohingya di tenda kesehatan Indonesia, Kamp Pengungsian  Jamtoli, Cox Bazar, Bangladesh, 1 Oktober 2017. Sejumlah relawan berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) menyalurkan 1.000 paket bantuan kepada pengungsi Rohingya. ANTARA FOTO

    Relawan medis dari Indonesia dr Corona memeriksa kesehatan pengungsi Rohingya di tenda kesehatan Indonesia, Kamp Pengungsian Jamtoli, Cox Bazar, Bangladesh, 1 Oktober 2017. Sejumlah relawan berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) menyalurkan 1.000 paket bantuan kepada pengungsi Rohingya. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Cox Bazar- Sekitar 30 orang pengungsi warga etnis minoritas Muslim Rohingya menjalani karantina di sebuah pulau di Teluk Bengala terkait pencegahan virus Corona.

    Para pengungsi ini sempat terombang-ambing di laut selama beberapa pekan dan tiba di Bangladesh pada Sabtu, 2 Mei 2020.

    “Ada 29 orang pengungsi dan mayoritas perempuan dan anak-anak, yang dibawa ke Pulau Bashan Char, untuk melindungi lokasi pengungsi Rohingya di Kamp Cox Bazar dari kemungkinan terkena wabah virus Corona,” kata Letnan Angkatan Laut, Abdur Rashid, dari Bangladesh seperti dilansir CNN pada Selasa, 5 Mei 2020.

    Saat ini, area Cox Bazar menjadi lokasi pengungsian sekitar satu juta warga Rohingya. Lokasi ini menjalani lockdown sejak awal April sehingga para pengungsi hanya diizinkan melakukan sedikit aktivitas gerakan ke luar atau dalam lokasi.

    Pengungsi Rohingya yang saat ini berada di Pulau Bhashan Char merupakan sebagian dari ratusan warga pengungsi yang melarikan diri dari Malaysia. Mereka sempat terombang ambing di laut dalam keadaan memprihatinkan.

    Warga Rohingya tidak diakui statusnya oleh negara asalnya yaitu Myanmar walaupun telah berada di sana selama berabad-abad.

    Belakangan, tim investigasi dari PBB menyatakan militer Myanmar terlibat dalam tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap warga Rohingya dan menyebutnya sebagai genosida pada pertengahan 2017.

    Mengenai kondisi 29 orang pengungsi Rohingya ini, Rashid mengatakan ada 19 orang perempuan, lima lelaki dan lima anak-anak.

    Mereka tiak menunjukkan gejala terinfeksi virus Corona, yang telah menelan korban jiwa sekitar 251 ribu dan  menginfeksi sekitar 3.6 juta orang.

    “Mereka tidak menunjukkan gejala terinfeksi virus Corona tapi proses tes medis sedang berjalan,” kata Rashid.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.