Mike Pence Akui Salah Tidak Pakai Masker Temui Pasien Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mendengarkan ketika Wakil Presiden Mike Pence berbicara kepada pengarahan harian satuan tugas virus Corona sambil memegang bagan yang bertuliskan

    Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mendengarkan ketika Wakil Presiden Mike Pence berbicara kepada pengarahan harian satuan tugas virus Corona sambil memegang bagan yang bertuliskan "15 Cara untuk Memperlambat Penyebaran" di Gedung Putih di Washington, AS, 20 Maret , 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada Ahad Wakil Presiden AS Mike Pence mengaku bersalah karena tidak mengenakan masker selama mengunjungi pasien corona di Mayo Clinic bulan lalu.

    Keputusan Pence untuk tidak memakai masker dikecam publik, yang mengatakan hal itu merusak upaya pencegahan penyebaran virus corona yang kini telah menewaskan 67.000 orang dan menginfeksi 1 juta lebih orang Amerika. Terlebih, Pence memimpin satuan tugas virus corona Amerika Serikat.

    Selama penampilan di acara balai kota dengan Presiden Donald Trump di Fox News, Pence mengatakan alasan dia tidak mengenakan masker karena yakin dirinya tidak menimbulkan risiko kepada orang lain saat mengunjungi fasilitas kesehatan di Minnesota.

    "Saya tidak berpikir itu perlu, tapi saya seharusnya mengenakan masker di Mayo Clinic," katanya, seperti dikutip dari Reuters, 4 Mei 2020.

    Paadahal masker merupakan prosedur di fasilitas Rochester, Minnesota. Mereka bahkan mengatakan menyediakan masker.

    Pence diberitahu tentang aturan baru sebelum dia mengunjungi pasien, kata klinik di Twitter. Namun unggahan ini kemudian dihapus.

    "Mayo Clinic telah memberi tahu @VP tentang kebijakan masker sebelum kedatangannya hari ini," tweet klinik sebelum dihapus, dikutip dari CNN.

    Wakil Presiden Mike Pence mengunjungi Dennis Nelson, seorang pasien penyakit COVID-19 yang pulih, yang sekarang menyumbangkan darahnya untuk penelitian virus Corona, ketika Pence mengunjungi fasilitas Mayo Clinic yang mendukung penelitian dan perawatan virus Corona di Rochester, Minnesota, pada Selasa, 28 April. 2020.[REUTERS]

    Pence difoto selama kunjungan bulan April dan tampak menjadi satu-satunya orang yang tidak mengenakan masker wajah bersama pasien dan petugas kesehatan. Dia sebelumnya membela keputusan tersebut, dengan mengutip pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS yang mengatakan bahwa masker terutama berfungsi untuk mencegah pemakainya menyebarkan infeksi, bukan berjaga-jaga terhadap virus.

    Pence mengatakan dia dan Trump sering dites Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, dan yakin dia tidak menimbulkan risiko.

    Pada hari Minggu, ia menambahkan bahwa di luar tujuan kesehatan masyarakatnya, mengenakan masker membawa makna simbolis yang penting juga.

    "Ini benar-benar pernyataan tentang orang-orang Amerika, cara mereka bersedia untuk melangkah maju, mempraktikkan jarak sosial dan memakai masker di pengaturan di mana mereka tidak bisa melakukan itu," kata Mike Pence.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.