Dibuka Kembali, Tiket Wisata Kota Terlarang di Cina Ludes Terjual

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan mengunjungi salah satu bangunan bagian dari situs bersejarah Kota Terlarang atau Forbidden City di Beijing, Tiongkok, 5 Mei 2018. Forbidden City merupakan istana peninggalan kerajaan Dinasti Ming dan Dinasti Qing. ANTARA/Zabur Karuru

    Wisatawan mengunjungi salah satu bangunan bagian dari situs bersejarah Kota Terlarang atau Forbidden City di Beijing, Tiongkok, 5 Mei 2018. Forbidden City merupakan istana peninggalan kerajaan Dinasti Ming dan Dinasti Qing. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Tempat wisata di Cina, Kota Terlarang, pada Rabu malam, 29 April 2020, mengumumkan secara bertahap membuka kembali tempat wisata ini mulai Jumat, 1 Mei 2020. Pembukaan kembali ini, menandai berakhirnya penutupan Kota Terlarang selama tiga bulan akibat penyebaran Covid-19.

    Pengumuman pemerintah itu disambut gembira masyarakat yang sangat ingin mengunjungi Kota Terlarang, dimana pada tahun ini usia tempat wisata itu sudah berusia ke-600 tahun. Kota Terlarang adalah area bersejarah bekas istana kerajaan Cina.  

    Pengunjung berfoto di dekat Gerbang Tiananmen pada hari pertama libur Hari Buruh Internasional di Beijing, Cina 1 Mei 2020. Warga Cina menyerbu kawasan wisata yang telah kembali dibuka seteleh ditutup akibat wabah virus Corona pada peringatan Hari Buruh Internasional. REUTERS/Tingshu Wang

    Sistem pemesanan online tiket museum di Kota Terlarang memperlihatkan tiket pada Jumat 1 Mei itu ludes terjual dalam tempo satu jam setelah 30 menit berita pembukaan kembali Kota Terlarang diumumkan pada pukul 9.30 pagi. Sebanyak 25 ribu tiket untuk lima hari ke depan selama libur hari buruh, juga ludes terjual dalam tempo 12 jam.

    Area terbuka Kota Terlarang seperti bagian tengah, halaman dan taman-taman yang ada di sisi barat dan timur komplek, juga bisa dinikmati masyarakat mulai Jumat, 1 Mei 2020. Sedangkan bagian tembok kota dan beberapa galeri di Kota Terlarang untuk sementara masih ditutup.

    Situs asiaone.com mewartakan pengunjung bisa membeli tiket untuk jadwal kunjungan 10 hari ke depan secara online.

    Per harinya, Kota Terlarang hanya akan menerima 5 ribu pengunjung, dengan pembagian waktu 3 ribu pengunjung sebelum pukul 1 siang dan 2 ribu turis setelahnya. Sebelum wabah virus corona terjadi, Kota Terlarang bisa menerima sampai 80 ribu turis per hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.