Thae Yong-ho Minta Maaf Pernah Klaim Kim Jong Un Sakit Parah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri peresmian pabrik pupuk, di wilayah utara ibu kota, Pyongyang, dalam gambar ini dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara pada 2 Mei 2020. [KCNA / via REUTERS]

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri peresmian pabrik pupuk, di wilayah utara ibu kota, Pyongyang, dalam gambar ini dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara pada 2 Mei 2020. [KCNA / via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Thae Yong-ho, pembelot Korea Utara yang terpilih sebagai anggota parlemen di Korea Selatan, pada Senin meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut kesehatan Kim Jong Un memburuk.

    Kritik semakin meluas karena Thae tidak menunjukkan sikap bertanggung jawab mengenai klaimnya, meskipun pemimpin Korut muncul di depan umum untuk pertama kalinya dalam hampir tiga minggu pekan lalu.

    Thae sebelumnya berkata Kim Jong Un "tidak bisa berdiri sendiri atau berjalan dengan normal."

    "Saya meminta maaf kepada publik (atas komentar saya) apa pun alasannya," kata Thae, dikutip dari Yonhap, 4 Mei 2020.

    "Ketika saya menerima banyak teguran selama dua hari terakhir, saya merasakan dampak kata-kata saya sendiri," kata Thae, yang merupakan mantan duta besar Korea Utara untuk Inggris.

    Thae Yong Ho, Mantan diplomat Korea Utara bakal ikut pemilu Korea Selatan pada April 2020. Sumber: Reuters

    Thae, yang memenangkan kursi dalam pemilihan parlemen baru-baru ini, mengatakan ia merasakan tanggung jawab "berat" untuk dampak yang bisa disampaikan oleh komentarnya sebagai anggota parlemen.

    "Saya akan berjanji untuk melakukan kegiatan parlemen dengan cara yang lebih bijaksana dan sederhana," katanya.

    Thae dan Ji Seong-ho, pembelot Korea Utara lainnya yang terpilih sebagai anggota parlemen, baru-baru ini mengklaim kesehatan Kim Jong Un memburuk. Ji mengatakan minggu lalu bahwa dia "yakin 99 persen" atas kematian Kim.

    Ji, yang diundang untuk menghadiri pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump pada 2018, tidak dapat dihubungi pada hari Senin.

    Ji mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat bahwa dia telah menerima informasi tentang kematian Kim Jong Un dari sumber yang tidak bisa dia ungkapkan. Dia menambahkan dia mencalonkan diri sebagai anggota parlemen untuk menarik perhatian pada pelanggaran hak asasi manusia di Korea Utara.

    Kim Jong Un menghilang dari media pemerintah selama berminggu-minggu, memicu banyak spekulasi tentang kesehatan dan keberadaannya, dan khawatir tentang prospek negara bersenjata nuklir jika terjadi suksesi tak terduga.

    Tetapi pada hari Sabtu, media Korea Utara menerbitkan foto-foto Kim pada upacara pemotongan pita untuk peresmian pabrik pupuk.

    Kemunculannya kembali merupakan pukulan terhadap kredibilitas beberapa pembelot kelas atas dari Korea Utara yang berspekulasi bahwa Kim menderita penyakit serius atau bahkan bisa meninggal.

    Partai yang berkuasa Korea Selatan terus mengkritik Thae Yong-ho dan Ji Seong-ho atas pernyataan mereka, dengan beberapa anggota parlemen bersikeras bahwa mereka tidak boleh duduk di komite parlemen tentang pertahanan dan intelijen yang menangani informasi sensitif tentang Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.