Venezuela Lumpuhkan Teroris Bayaran, Oposisi Sebut Pengalihan Isu

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (kiri) dan Presiden interim Venezuela, Juan Guaido (kanan) sedang berunjuk rasa menggalang dukungan publik. Las2orillas

    Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (kiri) dan Presiden interim Venezuela, Juan Guaido (kanan) sedang berunjuk rasa menggalang dukungan publik. Las2orillas

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok pria bersenjata mendarat Minggu kemarin di pantai pelabuhan kota La Guaira, sekitar 20 kilometer dari Caracas, ibukota Venezuela untuk melakukan upaya teror kepada pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

    Menurut Menteri Dalam Negeri Venezuela Nestor Reverol,teroris bayaran itu mengendarai kapal boat dari arah Colombia.

    Baku tembak pun tidak terhindarkan dengan pasukan pemerintah Venezuela sehingga menewaskan 8 orang dari pihak teroris bayaran itu. Satu kapal tenggelam.

    "Mereka berusaha melakukan invasi dari laut, sekelompok teroris bayaran dari Colombia, untuk melakukan tindakan teroris di negara ini, membunuh para pemimpin pemerintahan revolusi," kata Reverol sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

    Selain menewaskan 8 orang yang disebut teroris bayaran, 2 orang rekannya ditangkap aparat keamanan Venezuela.

    Diosdado Cabello, pemimpin partai Sosialis yang mendukung Presiden Maduro mengatakan, sekelompok orang itu berusaha menyerang wilayah Venezuela. Namun tidak menjelaskan apa alasannya dan siapa kelompok teroris bayaran itu.

    "Kami telah melumpuhkan upaya menyerang wilayah kami, terimakasih atas upaya intelijen." kata Cabello.

    Namun pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido mengatakan pemerintah Venezuela yang berkuasa berusaha mengalihkan perhatian dari peristiwa kekerasan baru-baru ini terjadi termasuk kerusuhan mematikan di penjara pada hari Jumat pekan lalu dan keesokan malamnya terjadi pertempuran berdarah gengster Caracas.

    "Rezim berusaha mengalihkan perhatian dengan dugaan peristiwa di La Guaira dengan inkonsistensi, keraguan, dan kontradiksi," ujar pernyataan pers Guaido.

    Guaido merupakan pemimpin oposisi Venezuela yang mendapat pengakuan dari Amerika Serikat dan lebih dari 50 negara di dunia.

    Kementerian Luar Negeri Colombia juga angkat bicara atas pernyataan teroris bayaran itu datang dari arah Colombia. Pemerintah Venezuela dinilai tidak berdasar dengan pernyataan itu.

    Menurut Colombia, pemerintah Venezuela bermaksud mengalihkan perhatian dari masalah sebenarnya yang dialami rakyat Venezuela.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H