Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Virus Corona, Greta Thunberg Sumbangkan Rp 1,5 M ke UNICEF

image-gnews
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis perubahan iklim Greta Thunberg memberikan uang sumbang untuk membantu memerangi pandemik virus corona dan melindungi anak-anak dari petensi dampak penyebaran virus corona.

Uang yang disumbangkan Thunberg itu diperolehnya dari sebuah lembaga nirlaba asal Denmark, Human Act, baru-baru ini memberikan uang sebesar US$ 100 ribu atau Rp 1,5 miliar. Uang sebanyak itu diserahkan Thunberg ke UNICEF.

     

Situs edition.cnn.com mewartakan Human Act berjanji akan menambah uang sumbang Thunberg itu sebesar US$ 100 ribu untuk mendukung sebuah kampanye yang ditujukan mengamankan hak anak-anak dan kesejahteraan mereka saat ini. Keterangan tertulis yang beredar juga menyebut uang sumbangan tersebut untuk mendukung upaya UNICEF melindungi anak-anak dari kekurangan makanan, sistem kesehatan yang buruk, kekerasan dan hari-hari yang terpaksa membuat mereka tidak bersekolah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Saya meminta semua orang maju dan bergabung bersama kami mendukung proyek vital UNICEF menyelamatkan nyawa anak-anak, melindungi kesehatan dan membuat anak-anak bisa terus belajar,” kata Thunberg.

Menurut Thunberg, pandemik virus corona adalah juga krisis hak anak karena ini akan berdampak pada hampir seluruh anak-anak. Dampak akan dirasakan pada saat ini dan jangka panjang. Kelompok-kelompok rentan akan sangat terpukul oleh krisis ini.          

Sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan oleh PBB menyebut dampak pandemik virus corona diperkirakan akan menciderai hak anak-anak di negara-negara miskin dan mereka yang tinggal di kawasan miskin. Melalui kampanye ini UNICEF akan membantu memerangi virus corona dengan memberikan barang-barang penting seperti sabun, masker, sarung tangan, alat kebersihan, perlindungan diri dan memberikan informasi mengenai sistem kesehatan.       

    

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Penyebab Anak Picky Eater Menurut Ahli Gizi

17 jam lalu

Ilustrasi anak makan. Pixabay.com/EdMontez
Penyebab Anak Picky Eater Menurut Ahli Gizi

Penyakit hingga masalah sensorik dapat menyebabkan anak suka pilih-pilih makanan atau picky eater. Ini kata ahli gizi.


Alasan Anak Sebaiknya Tidak Diberikan Makanan Olahan Tinggi

22 jam lalu

Ilustrasi nugget. Pixabay
Alasan Anak Sebaiknya Tidak Diberikan Makanan Olahan Tinggi

Makanan olahan ultra memiliki kandungan yang minim serat namun sangat tinggi kalori dan gula. Makanan olahan tinggi juga bisa bikin adiktif pada anak.


5 Manfaat Memeluk Anak Bagi Fisik dan Psikis

22 jam lalu

Ilustrasi ibu memeluk anak. Foto: Freepik.com/Bristekjegor
5 Manfaat Memeluk Anak Bagi Fisik dan Psikis

Pelukan bermanfaat bagi perkembangan emosional, kognitif, dan fisik anak-anak.


Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Anak Suriah

1 hari lalu

Roket yang diluncurkan dari Lebanon ke Israel melewati perbatasan, di tengah permusuhan lantara Hizbullah dan pasukan Israel, di sisi Israel 27 Juni 2024. REUTERS/Ayal Margolin
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Anak Suriah

Serangan terpisah Israel pada Selasa di Lebanon selatan menewaskan lima orang termasuk tiga anak Suriah.


UNICEF dan Australia Luncurkan Fase Baru dari Program Pembelajaran Kelas Awal untuk Anak-anak di Papua

1 hari lalu

Tiga anak suku Moi berbincang di Kampung Malasigi, Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu 12 Juni 2024. Pertamina EP Papua Field yang bekerja sama dengan Pemprov Papua Barat daya, Pemda Kabupaten Sorong, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Maluku Papua, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat, Yayasan Kasuari Tanah Papua dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua Barat Daya memberikan pendampingan wisata minat khusus yang menawarkan keanekaragam hayati, sumber daya alam hutan dan budaya. ANTARA FOTO/ Erlangga Bregas Prakoso
UNICEF dan Australia Luncurkan Fase Baru dari Program Pembelajaran Kelas Awal untuk Anak-anak di Papua

Inisiatif Pendidikan ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan dasar literasi dan numerasi bagi anak-anak Papua.


5 Rekomendasi Situs untuk Mengetahui Usia Mental Anak

2 hari lalu

Ilustrasi anak-anak membaca buku. Freepik.com/rawpixel.com
5 Rekomendasi Situs untuk Mengetahui Usia Mental Anak

Tes usia mental sangat penting untuk mengamati perkembangan atau keterlambatan pada tumbuh kembang anak


9 Hal yang Perlu Diketahui Orang Tua sebelum Melepas Anak Naik Pesawat Sendirian

3 hari lalu

Ilustrasi penumpang pesawat terbang. Unsplash.com/Mohammad Arrahmanur
9 Hal yang Perlu Diketahui Orang Tua sebelum Melepas Anak Naik Pesawat Sendirian

Jennifer Bachdim dan Irfan Bachdim melepas anak kedua yang berusia 10 tahun terbang sendirian dari Belanda ke Indonesia.


Pemerintah Jerman Dituding Blokir Upaya Medis bagi Anak-anak Gaza

5 hari lalu

Seorang anak Palestina digendong ibunya saat dirawat di koridor rumah sakit Nasser, di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, 8 Juli 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Pemerintah Jerman Dituding Blokir Upaya Medis bagi Anak-anak Gaza

Organisasi bantuan Jerman menuduh pemerintah memblokir bantuan medis yang sangat dibutuhkan bagi anak-anak yang terluka parah di Gaza


Kasus Bayi Meninggal usai Imunisasi, Dokter Anak Minta Orang Tua Tak Khawatir

5 hari lalu

Bayi ditimbang oleh  kader Posyandu saat pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Rawa Buaya, Jakarta, 27 Oktober 2023. Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan pelayanan posyandu dengan memberikan imunisasi lengkap sebagai deteksi dini stunting. TEMPO/Fajar Januarta
Kasus Bayi Meninggal usai Imunisasi, Dokter Anak Minta Orang Tua Tak Khawatir

Orang tua diminta tidak khawatir memberikan vaksin kepada anak meski viral berita bayi meninggal setelah imunisasi.


5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

7 hari lalu

Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com
5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

Meski baik menerapkan standar tinggi, tak jarang orang tua bersikap terlalu keras pada anak-anak. Berikut contohnya.