Lockdown Dilonggarkan, Iran Akan Buka Kembali Masjid dan Sekolah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Iran mengenakan masker pelindung untuk mencegah penularan virus Corona, ketika mereka berjalan kaki di Teheran, Iran 25 Februari 2020. [WANA (West Asia News Agency)/Nazanin Tabatabaee via REUTERS]

    Warga Iran mengenakan masker pelindung untuk mencegah penularan virus Corona, ketika mereka berjalan kaki di Teheran, Iran 25 Februari 2020. [WANA (West Asia News Agency)/Nazanin Tabatabaee via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran berencana untuk membuka kembali masjid dan sekolah-sekolah di daerah yang bebas dari virus Corona setelah pemerintah Presiden Hassan Rouhani mulai melonggarkan lockdown.

    Ketika masjid ditutup dan upacara keagamaan dilarang, orang-orang Iran telah beralih ke drive-in untuk upacara selama bulan suci Ramadan. TV pemerintah dan video di media sosial menunjukkan orang-orang di mobil mereka menonton upacara keagamaan di layar lebar di sebuah parkir mobil Teheran.

    "Masjid akan dibuka kembali di 132 kota berisiko rendah atau berlabel 'kota putih' mulai Senin. Khotbah salat Jumat akan dilanjutkan di daerah-daerah itu juga...Namun, semua langkah ini akan diambil dengan menghormati protokol kesehatan," kata Presiden Rouhani dalam pertemuan yang disiarkan televisi, dikutip dari Reuters, 3 Mei 2020.

    Kementerian kesehatan Iran telah membagi negara itu menjadi wilayah putih, kuning dan merah berdasarkan jumlah infeksi dan kematian.

    Seorang pria mengenakan masker dan pelindung wajah memeriksa suhu perempuan sebelum masuk ke dalam mal, setelah lockdown virus Corona dilonggarkan dan pusat perbelanjaan serta pasar dibuka kembali di Teheran, Iran, 20 April 2020. [WANA (West Asia News Agency)/Ali Khara via REUTERS]

    Iran telah mencabut larangan perjalanan antar-kota dan membuka mal, dengan pusat-pusat perbelanjaan besar melanjutkan kegiatan meskipun ada peringatan dari beberapa pejabat kesehatan tentang gelombang infeksi baru.

    Penutupan sekolah dan universitas tetap berlaku, dan pertemuan budaya dan olahraga juga masih dilarang, meskipun Rouhani mengatakan ada rencana beberapa sekolah akan segera dibuka kembali.

    "Sekolah-sekolah di daerah putih dan berisiko rendah akan dibuka kembali mulai 16 Mei...Namun, kami akan terus meninjau situasinya," katanya.

    Iran adalah negara Timur Tengah paling terdampak virus Corona. Ketika virus Corona mulai menyebar di luar Cina daratan, Iran adalah satu dari tiga negara klaster penyebaran virus pertama di luar Cina daratan bersama Italia dan Korea Selatan.

    Kementerian mengatakan pada hari Sabtu bahwa statistik infeksi telah memulai tren penurunan "bertahap" di Iran. Pada hari Minggu, kementerian kesehatan mengatakan jumlah kematian akibat virus Corona di Iran telah meningkat menjadi 6.203 dan jumlah total kasus yang didiagnosis telah mencapai 97.424, menurut kantor berita resmi IRNA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.