Virus Corona, Filipina Tunda Penerbangan Masuk dan Keluar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang yang mengenakan masker pelindung membawa barang bawaannya di luar Bandara Internasional Ninoy Aquino di Pasay City, Metro Manila, Filipina, 18 Februari 2020. [REUTERS / Eloisa Lopez]

    Seorang penumpang yang mengenakan masker pelindung membawa barang bawaannya di luar Bandara Internasional Ninoy Aquino di Pasay City, Metro Manila, Filipina, 18 Februari 2020. [REUTERS / Eloisa Lopez]

    TEMPO.CO, Jakarta - Filipina untuk sementara menangguhkan semua penerbangan penumpang dan komersial dari dan menuju Filipina mulai 3 Mei pukul 8 pagi waktu setempat untuk mencegah penyebaran virus Corona.

    Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Sabtu malam malam, Otoritas Bandara Internasional Manila, mengatakan bahwa penerbangan kargo, pasokan medis, utilitas, dan penerbangan pemeliharaan teknis pesawat akan tetap dilanjutkan, dikutip dari CNN, 3 Mei 2020.

    Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) membuat pengumuman pada jam 11:50 pada hari Sabtu, hanya beberapa jam sebelum larangan penerbangan pada jam 8 pagi hari Minggu berlaku.

    Dikutip dari Rapplers, NAIA mengatakan penangguhan penerbangan diperintahkan oleh Sekretaris Carlito Galvez Jr, kepala pelaksana Gugus Tugas Nasional COVID-19.

    "Untuk membantu mengurangi lebih lanjut penyebaran virus Corona yang mematikan di negara itu, Pemerintah Filipina, melalui Sekretaris Carlito Galvez Jr., Kepala Pelaksana Gugus Tugas Nasional COVID-19, telah memutuskan untuk menghentikan sementara semua penerbangan komersial/penumpang menuju dan dari Filipina mulai pukul 8 pagi tanggal 3 Mei 2020," tulis pernyataan NAIA.

    Unggahan itu tidak menyebutkan pedoman khusus untuk penumpang, termasuk pekerja Filipina di luar negeri (OFW) dan warga negara Filipina yang ingin pergi atau kembali ke negara itu. Unggahan tersebut hanya menyebutkan bahwa "penerbangan kargo, pasokan medis, utilitas, dan penerbangan pemeliharaan pesawat akan tetap terhindar."

    Galvez kemudian mengklarifikasi dan merinci penerbangan yang akan dibebaskan dari larangan penerbangan, di antaranya: keadaan darurat saat perjalanan, penerbangan kargo, penerbangan ambulans udara dan suplai medis, penerbangan mitigasi cuaca, penerbangan pemeliharaan pesawat, dan penerbangan evakuasi untuk warga negara asing ke negara masing-masing.

    Semua kedatangan dan keberangkatan udara domestik di NAIA akan tetap ditangguhkan.

    Filipina saat ini memiliki 8.928 kasus virus Corona yang dikonfirmasi dan 604 kematian, menurut Departemen Kesehatan Filipina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.