Spanyol Defisit Anggaran Rp 2 Ribu Triliun karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis berfoto selfie di sela bertugas menangani pasien virus Corona di ruang ICU di sebuah rumah sakit di Barcelona, Spanyol, 23 April 2020. Kematian akibat virus Corona di Spanyol per 24 April 2020 mencapai 22.157 jiwa. REUTERS/Nacho Doceya

    Petugas medis berfoto selfie di sela bertugas menangani pasien virus Corona di ruang ICU di sebuah rumah sakit di Barcelona, Spanyol, 23 April 2020. Kematian akibat virus Corona di Spanyol per 24 April 2020 mencapai 22.157 jiwa. REUTERS/Nacho Doceya

    TEMPO.CO, Madrid - Pemerintah Spanyol mengumumkan nilai defisit anggaran 2020 bakal naik tiga kali lipat menjadi sekitar US$126 miliar atau sekitar Rp2 ribu triliun akibat wabag virus Corona. Ini setara dengan 10.3 persen Produk Domestik Bruto.

    “Jumlah defisit anggaran pemerintah ini berdampak pada kapasitas Spanyol untuk mendapatkan pembiayaan,” begitu dilansir CNN pada Jumat, 1 Mei 2020.

    Lembaga Moneter Internasional atau IMF memprediksi perekonomian Spanyol bakal menyusut 8 persen pada akhir 2020. Ini akan diikuti masa pemulihan ekonomi dengan tumbuh 4.3 persen pada 2021.

    Angka-angka ini merupakan bagian dari proyeksi ekonomi Spanyol 2020, yang diserahkan kepada Komisi Eropa.

    Soal ini, Menteri Keuangan Maria Jesus Montero, mengatakan,”Ini adalah prediksi ekonomi yang hati-hati.”

    Laporan tadi juga menyebutkan tingkat pengangguran bakal naik menjadi 19 persen pada akhir tahun ini. Ini menunjukkan tren kenaikan 5 persen dari kondisi saat ini dikisaran 14 persen.

    Spanyol tercatat sebagai negara di Eropa yang mengalami infeksi kasus virus Corona tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat seperti terlihat dalam data dari Johns Hopkins University.

    Spanyol menerapkan kondisi darurat nasional yang membatasi kegiatan sosial dan ekonomi dan telah memasuki pekan ketujuh. Saat ini, tren infeksi baru mengalami perlambatan.

    Terkait kondisi ekonomi yang memburuk, dua maskapai Spanyol yaitu Iberia dan Vueling telah menerima pinjaman yang didukung pemerintah senilai US$1.1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.

    Menurut Menteri Ekonomi dan Deputi Perdana Menteri, Nadia Calvino, mengatakan sektor pariwisata mengalami dampak paling buruk aibat pembatasan kegiatan sosial dan ekonomi untuk mencegah penyebaran virus Corona ini.

    “Pemulihan ekonomi ini tidak hanya bergantung pada Spanyol tapi juga pada upaya dunia internasional, yang menjadi asal turis ke negara kita,” kata Calvino.

    Saat ini, sektor pariwisata berkontribusi sekitar 12.3 persen dari PDB dan menyediakan lapangan pekerjaan sebanyak 2.6 juta atau setara 12.7 persen dari total pekerjaan di Spanyol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.