Virus Corona, Kapal Amerika Tantang Cina di Laut Cina Selatan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto satelit yang dirilis Asian Maritime Transparency Initiative, pada 23 Februari 2016, memperlihatkan Tiongkok kemungkinan sedang membangun instalasi radar di pulau-pulau di kepulauan Spartly di Laut Cina Selatan. Kepulauan Spratly menjadi sengketa antara Tiongkok, Filipina, Taiwan, Vietnam, Malaysia, dan Brunai.  REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/DigitalGlobe

    Foto satelit yang dirilis Asian Maritime Transparency Initiative, pada 23 Februari 2016, memperlihatkan Tiongkok kemungkinan sedang membangun instalasi radar di pulau-pulau di kepulauan Spartly di Laut Cina Selatan. Kepulauan Spratly menjadi sengketa antara Tiongkok, Filipina, Taiwan, Vietnam, Malaysia, dan Brunai. REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/DigitalGlobe

    TEMPO.COHong Kong – Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan operasi kebebasan navigasi pada Rabu, 29 April 2020 di tengah ketegangan antara AS dan Cina terkait wabah virus Corona.

    Operasi ini digelar di Laut Cina Selatan sebagai tindakan tantangan terhadap klaim sepihak Cina di kawasan laut ini.

    “Ini merupakan operasi kedua dalam beberapa hari ini terkait sengketa kepemilikan pulau di Laut Cina Selatan bahwa AS menuding Cina melakukan militerisasi,” begitu dilansir CNN pada Kamis, 30 April 2020.

    Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mendesak pemerintah Cina untuk bersikap terbuka dalam penanganan virus Corona.

    AS menuding Beijing melakukan perisakan terhadap negara tetangga di tengah pandemi virus Corona.

    Operasi kebebasan navigasi ini dilakukan oleh kapal perang bersenjata rudal terpandu USS Bunker Hill pada Rabu kemarin.

    “Operasi ini untuk menekankan hak-hak dan kebebasan di kawasan Kepulauan Spratly yang konsisten dengan hukum internasional,” kata Komodor Reann Mommsen, juru bicara Armada ke-7 Angkatan Laut.

    Cina menyebut kawasan ini sebagai Kepulauan Nansha, yang berada di area selatan dari luas 1.3 juta mil di Laut Cina Selatan.

    AS menuding Cina melakukan militerisasi kepulauan ini dengan memasang rudal jelajah anti-kapal dan rudal jarak jauh darat ke permukaan di kawasan ini.

    “Operasi navigasi kebebasan ini menegakkan hak-hak, kebebasan, dan aturan main penggunaan kawasan laut internasional sesuai hukum internasional,” kata Mommsen soal operasi di Laut Cina Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.