Salon di Kenya Buat Gaya Rambut Virus Corona Demi Bertahan Hidup

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salon rambut di Nairobi, Kenya membuat gaya rambut ala virus Corona untuk pelanggannya. [REUTERS]

    Salon rambut di Nairobi, Kenya membuat gaya rambut ala virus Corona untuk pelanggannya. [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Salon kecantikan di kawasan kumuh terbesar di Kenya, Kibera, membuat gaya rambut baru terinspirasi dari bentuk virus Corona.

    Gaya rambut terbaru virus Corona ditawarkan salon kecantikan Mama Brayo. Rambut para pelanggan dibelah menjadi sekitar 12 bagian. Lalu rambut diikat dengan tali hitam tebal sehingga rambut tampak tegak layaknya mahkota virus Corona.

    Hasilnya, salon kecantikan ini dapat bertahan hidup di tengah wabah Corona yang membuat perekonomian terpukul.

    "Ini sederhana dan sangat murah harganya untuk melakukannya untuk setiap orang," kata Diana Andayi kepada Reuters, 30 April 2020.

    Harga jasa pembuatan gaya rambut virus Corona itu kurang dari US$ 1 per satu orang. Harga jasa salon rambut murah, namun konsumen yang datang sepi.

    "Kami menderita karena permintaan sangat rendah," kata Leunita Abwala, pemilik salon di Nairobi, ibukota Kenya.

    Virus Corona di Kenya telah menjangkiti 384 orang dan menewaskan 15 orang. Wabah Corona telah melemahkan perekonomian negara itu khususnya sektor informal dan pekerja dengan gaji murah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.