Virus Corona, Jepang Alokasikan Rp 141 Triliun untuk UKM

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa sedang belajar pada hari Selasa, 3 Maret 2020, di sebuah sekolah dasar di Nagoya, Jepang, yang dibuka untuk anak-anak yang orang tuanya tidak dapat tinggal di rumah bersama mereka. [Kyodo, via Reuters]

    Siswa sedang belajar pada hari Selasa, 3 Maret 2020, di sebuah sekolah dasar di Nagoya, Jepang, yang dibuka untuk anak-anak yang orang tuanya tidak dapat tinggal di rumah bersama mereka. [Kyodo, via Reuters]

    TEMPO.COTokyo – Pemerintah Jepang akan mengalokasikan dana sebesar sekitar 1 triliun yen atau sekitar Rp141 triliun pada awal Mei untuk mendukung usaha kecil dan menengah atau UKM selama wabah virus Corona.

    “Dana ini digulirkan untuk mencegah kebangkrutan perusahaan, berdampak penting bagi ekonomi wilayah dan lapangan pekerjaan,” begitu dilansir Nikkei dan dikutip oleh Reuters pada Kamis, 30 April 2020.

    Secara terpisah, Perdana Menteri Abe Shinzo mengatakan pemerintah akan berkonsultasi dengan tim ahli untuk memutuskan apakah akan memperpanjang kondisi darurat negara melebihi 6 Mei 2020 untuk menangani wabah virus Corona.

    Berbicara di depan parlemen, Abe mengatakan situasi wabah virus Corona masih terbilang parah.

    Status darurat yang diterapkan secara nasional ini membuat kegiatan ekonomi menjadi turun. Ini terlihat dari output pabrik dan penjualan ritel yang anjlok.

    “Kami akan berkonsultasi kepada ahli dan mendengarkan pandangannya,” kata ABe kepada parlemen seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis, 30 April 2020.

    Tokyo mengumumkan ada 47 kasus infeksi virus Corona pada Rabu, 29 April 2020.

    Ada total 13.929 kasus infeksi virus Corona di Jepang dan 415 korban meninggal menurut data dari kementerian Kesehatan.

    Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan jumlah korban terinfeksi virus dan korban meninggal di Amerika Serikat dan Eropa.

    Pemerintah Jepang juga bakal menyalurkan dana tunai senilai sekitar Rp15 juta untuk setiap warga negara untuk menaikkan kemampuan daya beli publik, yang kehilangan pendapatan selama wabah virus Corona berlangsung.

    Parlemen Jepang juga bakal segera menyetujui rencana pemerintah untuk menyalurkan dana US$241 miliar atau sekitar Rp3.600 triliun untuk menggerakkan perekonomian selama masa krisis virus Corona. Pemerintah juga menyiapkan dana untuk belanja daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.